Sejarah kami

Sejarah kami dimulai pada tahun 1919, ketika Eglantyne Jebb meluncurkan Save the Children Fund di London setelah Perang Dunia I.

Sejarah kami dimulai pada tahun 1919, ketika Eglantyne Jebb meluncurkan Save the Children Fund di London setelah Perang Dunia I, yang menjadi gerakan global pertama untuk anak-anak. Suara lantang berbicara untuk anak-anak, Jebb pun menyusun konsep Deklarasi Hak Anak dan konsep tersebut kemudian diadopsi oleh PBB pada tahun 1989 sebagai Konvensi PBB tentang Hak Anak. Itu menjadi yang pertama perjanjian hak asasi manusia yang diterima secara universal dalam sejarah.

Di Indonesia, Save the Children telah beroperasi sejak 1976. Pada 2014, Yayasan Sayangi Tunas Cilik muncul sebagai identitas lokal dari Save the Children di Indonesia dan terdaftar resmi melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM) Republik Indonesia  No. AHU-01712.50.10.2014.

Save the Children di Indonesia adalah bagian dari Save the Children global gerakan yang bekerja di 120 negara di 6 benua.