Cerita Staf: Kesanku Bekerja menjadi Staff Yayasan Sayangi Tunas Cilik di Tahun 2017

Selasa 12 Desember 2017
Banyak hal yang sudah aku lalui selama menjadi staff Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children. Ada suka maupun duka, kadang bisa bikin tertawa sampai terpingkal-pingkal sampai menangis. Sebagai manusia biasa sudah pastilah pernah merasakan up and down atau istilahnya anak zaman sekarang itu Baper.

Yups…aku pernah mengalami hal yang sangat menyedihkan tapi aku sudah mengikhlaskan dan sekarang sudah mulai melupakannya sebagai kenangan. Dan di sini aku tidak akan membagikan kisah itu aku hanya ingin menuliskan pengalaman yang aku lalui di tahun 2017 ini. Sebagai staff support yang kerjanya hanya duduk manis di meja dan di depan laptop dengan rutinitas perkerjaan yang monoton tentunya pengalaman yang sangat beharga itu ketika bisa terlibat dalam kegiatan program.

Beruntung aku punya atasan yang baik dan mau memberi kesempatan kepada anak buahnya. Akhirnya aku bisa pergi ke lapangan ke daerah yang sama sekali belum pernah aku kunjungi. Bahagia rasanya bisa bertemu dengan lingkungan baru dan teman-teman program yang selama ini hanya berkomunikasi melalui e-mail dan telepon.

Mungkin buat orang lain terlihat lebay atau norak tapi inilah pengalaman pertama setelah tiga tahun lebih bekerja di YSTC akhirnya aku bisa ke lapangan. Akhirnya aku bisa mengunjungi Aceh, daerah yang selama ini hanya aku lihat di peta. Sekalipun tidak menikmati pemandangannya untuk rekreasi, tapi setidaknya kaki ini pernah berpijak di tanahnya, mata ini pernah melihat alamnya, dan hidung ini pernah menghirup udaranya.

Aku mengujungi Pidie Jaya Aceh untuk membantu teman-teman program respon gempa Pidie Jaya, Aceh. Aku memang tidak terlibat langsung pada saat mereka respon karena aku hanya membantu soal keuangannya saja. Ingin sih rasanya kalau nanti ada respon lagi benar-benar ikut terjun langsung biar bisa merasakan kegiatan sosial yang sebenarnya.

Selama di sana aku pun diajak mengunjungi kantor Save the Children pertama di Indonesia, tepatnya di Tangse, Aceh. Menikmati kebersamaan dengan teman-teman program di sana yang ramah dan kekeluargaan. Pokoknya kesan terindah yang tidak akan pernah aku lupakan yang kalau ditulis di sini semua nanti jadi panjang lebar.

Aku merasa di tahun 2017 ini pengalaman berharga adalah ketika bisa bertemu dengan teman-teman baru dan lingkungan baru di mana selama ini aku hanya berinterkasi dengan tumpukan dokumen, kertas, dan angka. Aku berharap nanti dapat kesempatan lagi untuk menjungi lapangan supaya aku pun tahu apa tantangan dan kendala pekerjaan di lapangan.