Tembus Akses Sulit, Asiah Berjuang Antar Paket Kesehatan Untuk Anak PAUD

Rabu 3 Juni 2020
TRANSISI Project Case Story
 
Tembus Akses Sulit, Asiah Berjuang Antar Paket Kesehatan Untuk Anak PAUD

Asiah Jamil, 33 Tahun, Guru PAUD
Sejak beberapa pekan terakhir, Bu Asiah (33) tidak dapat bertemu anak-anak peserta didiknya di PAUD. Pasalnya, jumlah infeksi COVID-19 di Lombok Utara meningkat sehingga pemerintah harus menutup sementara semua sekolah, mulai dari tingkat TK/PAUD hingga perguruan tinggi. Semua peserta didik diminta belajar di rumah secara mandiri atau dengan bimbingan orang tua.

Untuk menekan penyebaran virus korona, masyarakat juga diminta tidak keluar rumah jika tidak mendesak, tidak berkumpul di tempat umum, menggunakan masker, dan tetap membiasakan hidup sehat dan bersih dengan rutin mencuci tangan pakai sabun. Bu Asiah sedih dan rindu karena tidak bisa bertemu anak-anaknya di PAUD. Dia juga khawatir akan kebersihan anak-anak dan merasa perlu terus mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kebersihan anak-anak mereka.

PAUD tempat Bu Asiah mengajar adalah satu dari 30 PAUD di Lombok Utara yang mendapatkan paket kesehatan dan kebersihan keluarga dari Save the Children. Paket-paket itu akan diterima oleh 110 keluarga peserta didik di tempatnya mengajar. Untuk itu, Bu Asiah bersama empat guru lain secara sukarela mengantarkan paket-paket ini langsung ke rumah setiap keluarga untuk menghindari adanya kerumunan orang. Lokasi rumah yang jauh dan akses jalan yang sulit dilalui kendaraan bermotor tidak menyurutkan semangat mereka.

“Saya bersemangat untuk melakukan distribusi langsung untuk mengantarkan paket dari Save the Children, meskipun akses jalannya sulit. Orang tua saja rela untuk menyekolahkan anak mereka di PAUD kami, meskipun jarak yang cukup jauh dan akses jalan yang sulit,” kata Bu Asiah. Bu Asiah juga tergerak mengajak para orang tua untuk memperhatikan kebersihan anak.

“Saya merasa, Save the Children saja peduli dengan keselamatan anak-anak kami, padahal bukan siapa-siapa (tidak punya hubungan keluarga atau tetangga), masa kami tidak (peduli)?” ungkapnya.
Inilah hal yang membuat Bu Asiah sangat bersemangat untuk mengantarkan paket kebersihan kepada anak-anak. Banyak orang tua tidak punya sambungan telepon, bahkan jaringan internet, untuk bisa dihubungi. Mereka pun perlu bertanya ke orang sekitar untuk mengetahui lokasi persis rumah para keluarga. Meski begitu, rasa lelah ini terbayar karena orang tua dan anak-anak sangat antusias dan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari para guru dan Save the Children.

                                        WhatsApp-Image-2020-06-03-at-10-34-04.jpeg
______

Ditulis oleh: A Hilman Musanna
Editor : Purba Wirastama (Communication Dept)
Pewawancara : Pretty Hamividya
Foto credit: Tim Distribusi PAUD Al Hikmah Santong, Lombok Utara