Inspirasi Dari Sumba: Ibu Margaretha, Guru PAUD Teladan

Kamis 26 November 2020
HARI GURU NASIONAL – 25 NOVEMBER 2020

Inspirasi Dari Sumba: Ibu Margaretha, Guru PAUD Teladan


WhatsApp-Image-2020-11-24-at-19-07-22-NEW.jpeg 
 
Perkenalkan. Nama saya Margaretha Nono dan saya berasal dari Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Saya telah bekerja sebagai guru PAUD sejak tahun 2008 hingga saat ini pada PAUD Ngindi Ate, yaitu salah satu PAUD dampingan project Sponsorship yang dilakukan Save the Children Indonesia di pulau Sumba.
__________

Sejak tahun 2008, Ibu Margaretha mulai mengajar menjadi guru PAUD. Beliau terpilih dan dipilih oleh masyarakat juga pemerintah desa menjadi guru di PAUD Ngindi Ate, desa dimana Ia tinggal. Menjadi seorang guru memang cita-cita yang sudah lama Ia impikan. Karena baginya, menjadi guru PAUD adalah pekerjaan yang luar biasa, membagiakan, dapat bermain dengan anak-anak sambal bekerja. Hal itu terlihat dari kepribadian Ibu Margaretha memang cukup energik. Mengingat Ia dipilih oleh masyarakat dan pemerintah Desa, Ia mengaku snagat terharu atas kepercayaan yang diberikan. Oleh karena itu, Ibu Margaretha sangat berkomitmen untuk melakukan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Sebagai guru, tentulah Ibu Margaretha harus memiliki kemampuan yang baik untuk dapat melalukan tugasnya dan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, Ibu Margaretha mendapatkan pendampingan dari Save the Children Indonesia untuk mendapatkan kapasitas yang memumpuni. Selain mengajar, Ibu Margaretha juga sangat aktif dalam memberikan advokasi tentang pemenuhan hak dan kebutuhan anak-anak  di Desa, termasuk mereka anak-anak Usia Dini dan juga anak-anak yang berkebutuhan khusus. Bahkan dalam masa pandemic COVID-19 ini, Ibu Margaretha terlibat dalam penguatan kapasitas guru PAUD/TK dan melakukan kunjungan kerumah anak-anak supaya mereka tetap mendapatkan pembelajaran dengan baik.
 
Pengalaman ditambah dengan kapasitas yang cukup baik, Ibu Margaretha dalam beberapa kesempatan menjadi perwakilan daerah yang diminta secara langsung oleh Dinas Pendidikan, untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan pelatihan di tingkat Provinsi maupun Nasional. Sehingga ilmu yang Beliau dapatkan dapat dibagikan kepada teman sesame guru PAUD/TK dan juga dapat diterapkan dalam menjalankan operasional PAUD.
 
Save the Children sebagai lembaga sosial yang mendampingi Ibu Margaretha cukup senang melihat keberhasilan dan pencapaian yang telah Ibu Margaretha dapatkan. Oleh karena itu, Save the Children Indonesia menunjuk Ibu Margaretha sebagai narasumber dalam kegiatan Serial Pelatihan Pengembangan Kapasitas Gutu RA dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Masa COVID-19. Kegiatan ini memiliki tema Pemanfaatan Ruang Sekitar Sebagai Alat Permainan Edukatif. Disini, Ibu Margaretha membagikan praktik-praktik baik yang pernah Ia lalukan kepada 80 orang Guru Guru Raudhatul Athfal (RA) atau Guru PAUD Agama Islam lewat kerjasama Koalisi PAUD HI bersama Kementerian Agama Republik Indonesia.
 
WhatsApp-Image-2020-11-24-at-19-04-05.jpeg

Dalam merespon situasi Pandemi Covid – 19 di tahun 2020 ini, Save the Children bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat, lewat Dinas Pendidikan, telah menginisiasi penyusunan dan penggandaan Panduan Belajar Anak dari rumah lewat Kelompok Kerja Guru (KKG) / Teacher Working Group, yakni kumpulan guru PAUD/TK, Pengawas, Kepala TK, dan Tenaga Fasilitator untuk menyusun Panduan Belajar di tingkat Kabupaten. Dalam kesempatan ini, bersama beberapa guru lainnya, Ibu Margaretha dipercaya dan terlibat secara aktif dalam menyusun Panduan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi orang tua dan anak-anak PAUD. Panduan yang disusun tersebut berisikan kegiatan harian yang dapat dilakukan anak dengan didampingi oleh Orang Tua, yang terdiri atas Kegiatan Harian, Alat dan Bahan yang dibutuhkan (menyesuaikan dengan Alat dan Bahan yang tersedia mudah di dalam dan sekitar rumah). Penyusunan Panduan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan anak – anak mendapatkan kesempatan belajar dalam masa Pandemi Covid -19 ini. Pada awalnya Save The Children menargetkan 2,000 set panduan bagi Anak – Anak Usia Dini program Sponsorship di 42 PAUD/TK. Melalui program advokasi, maka Save the Children berhasil mengajak Pemerintah Daerah untuk dapat memperbanyak dan membagikan sendiri pada 146 PAUD/TK lainnya di Kabupaten Sumba Barat.
 
Selain menyusun Panduan Belajar, selama masa Pandemi Covid-19, Ibu Margaretha bersama tiga guru PAUD Ngindi Ate lainnya, telah melakukan sosialisasi terkait kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) pada orang tua dan anak, termasuk terkait protokol kesehatan yang harus dilaksanakan selama masa Pandemi ini. Pada intinya, Kegiatan BDR dilaksanakan dengan merujuk pada Panduan yang sudah dibagikan yang sudah memuat seluruh komponen tersebut.

“Orang tua sangat antusias dalam mendampingi anak belajar di rumah dengan panduan yang diberikan. Selama kunjungan rumah dilakukan, banyak hal baru yang kami sebagai guru dapatkan dari Orang Tua Anak, terkait bagaimana menggunakan alat dan bahan yang ada disekitar anak untuk belajar. Hal ini sangat luar biasa karena Orang Tua sangat terbantu dan tahu bagaimana cara mengajar anak di rumah dengan Alat dan Bahan sederhana” tambahnya.

Selama masa pandemi ini, Ibu Margaretha dan guru–guru di Sumba secara regular melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mengantar dan menjemput tugas anak dengan mentaati protokol kesehatan yang berlaku. Jarak yang jauh dan jalan yang sulit pun ditempuh guru–guru demi memastikan anak – anak tetap mendapatkan pendampingan dan dukungan selama kegiatan Belajar Dari Rumah.

“Untuk mengantar jemput tugas anak, kami harus naik turun Gurung dan Bukit karena jalan menuju rumah sulit dengan kendaraan, sekitar 4-5 kilometer kami akan berjalan kaki. Namun bagi anak yang rumahnya paling jauh, sekitar 10 kilometer, akan kami kunjungi dengan motor untuk mempermudah kami” tandasnya.


Bagi Ibu Margaretha, jarak dan jalan yang sulit bukanlah tantangan yang besar dihadapi. Mimpinya adalah untuk melihat anak – anak binaannya dapat menjadi orang sukses di masa depan dan menjadi generasi pembawa perubahan bagi Sumba.

Dalam rangka merayakan hari Guru Nasional tahun ini, berikut pesan yang disampaikan oleh ibu Margaretha: “Selamat Hari Guru Nasional bagi Bapak/Ibu Guru dimanapun berada. Semoga dengan merayakan Hari Guru Nasional ini, kesejahteraan guru–guru bisa lebih diperhatikan. Kami bangga, walaupun kami sebagai Guru Honorer, tetapi kami selalu diberi kesempatan untuk turut terlibat dalam kegiatan–kegiatan besar seperti penguatan kapasitas Tenaga Pendidik (Tendik). Semoga dengan kegiatan–kegiatan penguatan kapasitas yang diberikan, kedepannya kegiatan–kegiatan pembelajaran bersama anak dapat dilakukan dengan lebih optimal”.

Demikianlah cerita dari Sumba. Selamat Hari Guru Nasional bagi Guru–Guru luar biasa di seluruh Indonesia.
 
Ditulis oleh: Yoan Ida Ringu Paubun – ECCD Specialist Sponsorship Project
Editor: Dorpaima Lumban Gaol (Communcation Dept)