Andreas Erwan Pradana, Berani dan Gigih Memulai Bisnis

Selasa 23 Februari 2021
Andreas Erwan Pradana (20) adalah alumnus sekolah menengah kejuruan di Surabaya. Dia adalah anak muda yang punya banyak ide, pekerja keras, dan ingin menjadi lebih baik.

Pada tahun pertama di SMK, Andreas pernah merancang sebuah bisnis daring, meskipun kemudian gagal. Dia mencoba usaha lagi saat kelas 3 SMK dengan berkolaborasi dengan guru pelajaran kewarganegaraan. Kali ini, mereka menjalankan bisnis event organizer.

Sebagai seorang pelajar, Andreas juga mengikuti program khusus pelatihan ketrampilan kerja selama beberapa hari di sekolah yang difasilitasi oleh gurunya, Monica. Bagi Erwan, kesempatan ini membuat dia merasa dikuatkan, terutama dalam hal ketrampilan lunak (soft skills), seperti bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi lebih baik dengan orang lain. Selain itu, Andreas juga belajar tentang kreativitas dan inovasi.

Selama pelatihan, kami diminta untuk membuat sesuatu yang baru untuk menarik pasar dengan fokus pada kreativitas," tutur Andreas.

20210223-Web-CeritaBenef-ErwanPradana.jpg

"Kami ditugaskan untuk menambah nilai suatu produk yang sudah ada supaya orang-orang lebih tertarik untuk membeli. Waktu itu, kami diberi beberapa stik es krim dan hiasan. Kami diminta untuk membuat variasi produk baru dan menjelaskan daya saing dan manfaat produk kepada peserta lain. Dalam kerja kelompok, kami sangat termotivasi untuk membuat produk itu. Meskipun aneh, ini masih tetap menarik dan tidak hanya hiasan semata. Kami terdorong untuk kreatif dan mengembangkan inovasi," lanjutnya.

Dia merasa perubahan ini telah membantu dia secara mental dalam berbisnis. Andreas bercerita, "Aku masih mencoba, jika ada kesalahan, aku langsung mengubah strategi. Kalau salah lagi, ganti lagi ke strategi lain. Lagipula, kita masih muda dan kita harus berani. Jika kita gagal, jangan patah semangat."

Andreas mengusulkan ada program pelatihan serupa yang bisa tetap dilanjutkan.

"Ketrampilan seperti bagaimana bersikap dan berkomunikasi itu sangat penting. Penting juga untuk melatih anak-anak muda untuk gigih dalam memulai sesuatu. Teori dan praktik harus digabungkan. Jika kalian ingin memberikan hibah untuk kaum muda untuk memulai bisnis, ini mungkin bisa dipertimbangkan. Rencana ini bisa dikontrol di dalam proposal dan selama pendampingan bisnis. JIka sebuah bisnis punya prospek dan masih dalam risiko investasi yang aman (tidak merugikan kedua belah pihak), itu mungkin bisa menghasilkan," ujar Andreas.

Berdasarkan saran dari keluarga dan gurunya, Andreas telah memutuskan untuk melanjutkan sekolah untuk mendukung bisnisnya. Kini, dia kuliah jurusan elektronika di Universitas Katolik Krida Mandala.

"Kini aku menjalankan bisnis sembari kuliah; jualan barang-barang, jualan instrumen musik, serta jasa event organizer. Aku merasa ini lebih cocok untukku karena orang bilang, kerja itu seperti hobi saja, jadi lebih menyenangkan," ungkapnya. •

––
Artikel dan foto: Tim Program Skills to Succeed (S2)
Editor dan penerjemah: Purba Wirastama