PRESS RELEASE: Save the Children Kirimkan Ribuan Bantuan ke Sulawesi Barat

Kamis 21 Januari 2021

Siaran Pers
Untuk disiarkan segera

Update Gempa Sulbar : Sebanyak 19.435 orang mengungsi.
Sandang, Pangan, Papan menjadi Kebutuhan Utama Anak – Anak termasuk dukungan psikososial.

 
“Saya sedih melihat anak saya sekarang. Setiap kali dia sedang bermain, tiba-tiba kaget dan berlari ketakutan karena tanah goyang. Dia masih ingat dengan gempa tempo dulu (2018) dan ini sudah terjadi lagi di sini," Jelas Arsyad / 37 tahun seorang penyintas dengan 2 anak yang kini tinggal di tenda pengungsian di Mamuju – Sulawesi Barat.

Arsyad (37) tidak pernah membayangkan dia dan keluarganya akan menjadi penyintas bencana gempa  untuk kedua kalinya. Setelah mengalami gempa Palu dan Donggala tahun 2018, Arsyad dan keluarga memutuskan pindah ke Mamuju, Sulawesi Barat, untuk memulai kembali lembaran baru. Lalu pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021, gempa keras dengan magnitudo 6,2 mengguncang Sulawesi Barat dan memaksa mereka untuk berlari menyelamatkan diri.

Dengan menggunakan motor, Arsyad membonceng dua anaknya yang berusia 7 dan 16 tahun menyelamatkan diri ke arah perbukitan Kabupaten Mamuju. Saat ini Arsyad dan keluarga sudah bersama dengan ratusan pengungsi di desa Pasa'Bu, Kecamatan Tapalang, Mamuju. Mereka berlindung di tenda pengungsian dan rumah-rumah penduduk.
 
Sebagian pengungsi adalah lansia, anak-anak, serta ibu hamil. Tenda-tenda darurat, yang dibuat dengan terpal kecil, masing-masing dihuni sampai 10 orang berdesak-desakan dan beralaskan kardus bekas atau tanah saja karena belum ada tikar dan selimut. Kondisi ini diperparah dengan hujan lebat yang mengguyur Mamuju sepanjang hari Jumat sampai Sabtu pagi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia pada 18 Januari 2021, pukul 14.00 wib, tercatat sebanyak 39.883 jiwa yang terdampak dan 19.435 diantaranya telah mengungsi.
 
“Sejak hari pertama setelah kejadian bencana, Save the Children Indonesia bersama dengan mitra kami, Yayasan INANTA di Sulawesi telah melakukan Kaji Cepat pendataan untuk mengetahui kebutuhan utama anak – anak dan keluarga termasuk kebutuhan layanan dukungan psikososial dan pendidikan dalam situasi darurat.” Tutur Dino Satria / Chief of Humanitarian & Resilience Department – Save the Children Indonesia
Bersama dengan Yayasan INANTA, Save the Children Indonesia akan mendistribusikan 150 paket perlengkapan hunian, 5000 paket kebersihan, dan 1000 box air. Selain itu, juga Save the Children Indonesia memberikan dukungan teknis untuk menyiapkan desk relawan BNPB agar memudahkan pengumpulan data informasi terutama data kebutuhan anak – anak dan keluarga.
 
SELESAI
 
Informasi lebih lanjut silakan kontak:
Dewi Sri Sumanah | Media and Brand Manager Save the Children Indonesia
Email: [email protected]
Mobile: +62 811-8201-446
 

Catatan untuk Editor :  
Tentang Save the Children
Save the Children di Indonesia merupakan identitas merek dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang terdaftar sesuai dengan Keputusan Kementrian Hukum dan HAM No. AHU.01712.50.10.2014. Save the Children di Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia.

Save the Children percaya setiap anak tidak terkecuali layak menyongsong masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, kami memastikan kesehatan  anak anak sejak dini, kesempatan untuk belajar dan perlindungan terhadap bahaya. Kami melakukan apa pun untuk anak-anak - setiap hari dan di saat krisis – untuk mengubah hidup mereka dan masa depan.

Saat ini, Save the Children beroperasi di 12 provinsi, 79 kabupaten, 701 kecamatan dan 918 desa. Adapun wilayah kerjanya mencakup, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, Nusa Tengara Timur, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Program kami fokus pada kesejahteraan anak yang mengintegrasikan lintas sektor termasuk pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kemiskinan dan tata kelola hak anak, serta respon situasi bencana.
 
Tentang Gempa Sulawesi Barat
*Gempa bumi magnitudo 6,2 SR mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB. Pusat gempa berada di darat, 6 km di timur laut Majene, tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan di wilayah Majene skala IV-VI MMI.

Menurut data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Januari pukul 14.00 WIB, tercatat 84 Jiwa korban meninggal, 20.448 terdampak dan 19.435 mengungsi, 932 jiwa luka luka.
*Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia