Pendidikan Bencana Bagi Anak-Anak Penyintas Banjir dan Longsor Desa Curugbitung

Rabu 29 Januari 2020
BOGOR – Dampak bencana banjir dan longsor Jabodetabek awal 2020 juga dialami sebagian warga Desa Curugbitung di Kabupaten Bogor. Sebanyak 93 orang, termasuk 30 di antaranya anak-anak, menjadi penyintas dan mengungsi.

Tim tanggap bencana Save the Children telah datang ke kantor Desa Curugbitung pada Sabtu, 25 Januari 2020. Tim melakukan sesi Dampingan Psikososial Terpadu, termasuk pendidikan kesiapsiagaan bencana, kepada penyintas anak-anak dan orangtua balita.

16ERJKTFL20-25JAN-5-PW.jpg

Jumlah anak-anak peserta sesi mencapai lebih dari 100 karena sebagian murid di SDN Curugbitung 01 juga terlibat. Murid yang tinggal di sekitar mudah untuk datang bergabung karena bangunan SD terletak persis di sebelah kantor desa dan kebetulan, sekolah sedang libur karena Hari Raya Imlek.

Sesi terpadu dua jam ini meliputi materi perlindungan anak dalam situasi bencana, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta yang paling utama, pendidikan tentang bencana. Kondisi geografis berbukit-bukit dan curah hujan tinggi membuat tempat tinggal mereka rentan akan potensi banjir dan longsor.

16ERJKTFL20-25JAN-9-PW.jpg

Syukur, sebagian besar rumah warga telah dibangun cukup jauh dari tebing yang berpotensi longsor. Menurut cerita Engkos, Kepala Desa Curugbitung, ketika bencana awal 2020 terjadi, kebanyakan longsoran tanah menimbun area sawah dan ladang.

Beberapa anak Curugbitung telah cukup menyadari bahwa desa mereka rawan bencana longsor. Ketika tim Save the Children mengajak diskusi tentang apa penyebabnya, belum semua paham. Namun hari itu, setidaknya mereka tahu bahwa penggundulan hutan dan kesalahan pengelolaan sampah bisa menjadi penyebab banjir dan longsor.

16ERJKTFL20-25JAN-1-PW.jpg

Saat membahas tas siaga bencana, anak-anak peserta juga antusias. Sebagian besar sudah cukup tahu apa saja barang yang penting dan perlu dibawa ketika situasi darurat terjadi.

"Baju!" celetuk salah satu anak.

"Dokumen!" sahut anak yang lain, merujuk pada dokumen-dokumen berharga.

"Uang!" celetuk yang lain.

16ERJKTFL20-25JAN-8-PW.jpg

Sementara itu di dua ruangan lain, materi Dampingan Psikososial Terpadu juga diberikan kepada anak-anak PAUD dan orangtua balita. Lebih dari 50 orang mengikuti sesi ini.

Usai sesi, anak-anak menerima masing-masing satu paket kebersihan. Paket ini meliputi odol, sikat gigi, sabun, gelas kumur, serta handuk.

"Bagi anak-anak pengungsi di sini, khususnya anak-anak usia dini dan SD, (kegiatan ini) sangat berguna sekali. Mudah-mudahan (anak) yang terbawa trauma, bisa melupakan apa yang sedang terjadi sekarang," kata Uum Kosasih, Ketua PKK dan sekaligus istri dari Kepala Desa Curugbitung.

16ERJKTFL20-25JAN-12-PW.jpg

16ERJKTFL20-25JAN-20-PW.jpg

–––
Tulisan dan foto oleh Purba Wirastama