Paket Kebersihan Bagi Anak-Anak Penyintas Banjir dan Longsor Desa Urug

Rabu 29 Januari 2020
BOGOR – Tim tanggap bencana Save the Children mendistribusikan bantuan non-makanan kepada anak-anak dan keluarga penyintas di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Jumat, 24 Januari 2020. Selain distribusi, tim juga memberikan materi Dukungan Psikososial Terpadu untuk mereka.

Urug adalah salah satu desa di Kabupaten Bogor yang terdampak paling parah dalam bencana banjir dan tanah longsor awal tahun 2020. Lokasi desa ini berhimpitan dengan perkebunan sawit dan sebagian penduduk adalah penghuni Kampung Adat.

15ERJKTFL20-24JAN-4-PW.jpg

"Saya langsung diajak mengungsi oleh ibu. Barang-barang ditinggal," kata salah seorang anak SD dalam Bahasa Sunda.

Distribusi bantuan non makanan dari Save the Children untuk anak-anak meliputi dua hal. Pertama, paket kebersihan untuk anak-anak seperti sikat gigi, odol, sabun, gelas kumur, dan handuk. Kedua, paket alat tulis untuk pelajar SD hingga SMA dan SMK.

15ERJKTFL20-24JAN-1-PW.jpg

Sebelum menerima paket kebersihan, 111 anak-anak dari PAUD Melati dan SDN Kiarapanda 02 mengikuti sesi Dukungan Psikososial Terpadu. Dalam sesi ini, mereka mendapatkan pengetahuan tentang tas siaga bencana, perlindungan anak, dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

"Sesi Dukungan Psikososial Terpadu, yang difasilitasi oleh tim respons Save the Children, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan anak-anak serta orang tua tentang kesiapsiagaan bencana dan keterampilan praktis ketika menghadapi bencana dan pasca bencana," kata Evie Woro, Ketua Tim Tanggap Bencana Banjir-Longsor Jabodetabek 2020.

15ERJKTFL20-24JAN-2-PW.jpg

15ERJKTFL20-24JAN-11-PW.jpg

Selain bantuan untuk anak-anak, Save the Children juga memberikan 26 paket alat pembersih seperti gerobak, sapu, dan sekop. Alat-alat ini akan dikelola oleh kepala desa dan digunakan oleh warga serta pihak sekolah di wilayah-wilayah terdampak.

"Saya perwakilan masyarakat, mengucapakan terima kasih banyak atas bantuan tersebut karena kami sangat membutihkan, terutama gerobak untuk membawa tanah yang menimbun. Akses jalan untuk mobil susah karena harus pakai alat berat sehingga kami butuh gerobak," kata Sukarma, Kepala Desa Urug.

15ERJKTFL20-24JAN-9-PW.jpg

15ERJKTFL20-24JAN-18-ER.jpg

Hingga pekan keempat pasca bencana, tenda pengungsian BNPB masih berdiri di belakang kantor desa dan dihuni sejumlah keluarga. Pemerintah menetapkan status siaga bencana untuk Kabupaten Bogor diperpanjang hingga 31 Januari 2020 karena diperkirakan masih akan terjadi hujan lebat yang berpotensi memicu tanah longsor.

Tantangan utama warga penyintas Desa Urug bukan hanya potensi longsor berikutnya. Di pos tenda pengungsian, mereka menghadapi masalah kebersihan, termasuk kebersihan makanan dan pengelolaan sampah. Beberapa orangtua abai terhadap kesehatan anak dan ibu dengan merokok di dalam tenda. Sebagian pengungsi sudah terkena penyakit gangguan pernapasan.

15ERJKTFL20-24JAN-16-PW-(1).jpg

–––
Tulisan oleh Purba Wirastama
Foto oleh Purba Wirastama dan Elvafidela Rachma