Masyarakat Desa Rano, Donggala Kompak Terapkan Jam Belajar Anak  

Kamis 4 Juni 2020
 Masyarakat Desa Rano, Donggala Kompak Terapkan Jam Belajar Anak
 
DONGGALA - Dalam usaha untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia, pemerintah telah banyak melakukan upaya salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan untuk mengharuskan siswa belajar dari rumah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Perubahan yang tiba-tiba ini tentu memiliki banyak tantangan yang harus di hadapi oleh anak-anak, orang tua yang beralih menjadi pendamping belajar anak, dan guru sebagai pemberi bahan ajar bagi siswa. Melihat tantangan tersebut, Save the Children Indonesia di Donggala menginisiasi untuk melibatkan masyarakat dalam memastikan setiap anak dapat belajar di rumah dengan optimal, aman dan nyaman melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

PATBM di Sulawesi Tengah secara khusus di Kabupaten Donggala, telah berjalan sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami 2018 lalu. Namun kegiatan PATBM ini semakin digalakkan dalam situasi ketidakpastian Covid-19 saat ini. Untuk itu, Save the Children mengajak Pemerintah Desa bekerja sama  untuk mengeluarkan himbauan kepada masyarakat dan orang tua, untuk mendampingi anak-anak belajar dengan membentuk jam belajar anak.

Penerapan jam belajar ini di dampingi oleh Staff Save the Children di berbagai desa di Donggala yang telah menerapkan PATBM, salah satunya di Desa Rano yang diketuai oleh Sdra. Norlan sebagai ketua PATBM.

Bagaimana Penerapan Jam Belajar di Desa Rano?

Penerapan jam belajar di Desa Rano diberlakukan dua kali dalam sehari, pagi dan malam. Dengan adanya pengaturan jam belajar ini di Desa Rano, orang tua merasa terbantu dan lebih termotivasi dalam mendampingi anak saat belajar di rumah dan anak-anak juga dapat belajar lebih efektif.

Selain itu, Jam Belajar ini juga berdampak sangat besar terhadap peran guru atau saat ini disebut sebagai guru kunjung. Salah satu guru kunjung di Desa Rano adalah Ibu Nirla, pengajar di SDN 02 Rano.

Menurut cerita Ibu Nirla, dengan adanya Jam Belajar dan surat edaran dari Kepala Desa ke masyarakat, Ibu Nirla merasa memiliki dukungan yang luar biasa dari masyarakat untuk melakukan kunjungan belajar ke rumah siswa.

‘’Jam belajar ini juga memperkuat peran guru kunjung seperti saya dalam membuat bahan ajar yang ada di sekolah dan kemudian di bagikan ke rumah siswa’’, ungkap Ibu Nirla kepada staff Save the Children Indonesia.

                            20200603_161615-(1).jpg

___________
 
Ditulis oleh: Ryan Hepriyansah dan Nur Arif Jaya
Diedit oleh: Dorpaima Lumban Gaol (Communication Dept)
Foto oleh: Sahrul