Guru-Guru Sukajaya Belajar Mendampingi Anak Pasca Bencana Longsor

Selasa 28 Januari 2020
BOGOR – Bencana banjir dan tanah longsor menimpa beberapa titik di Kabupaten Bogor setelah hujan lebat awal tahun 2020. Salah satu kawasan terdampak dan terparah adalah Kecamatan Sukajaya, tak jauh dari pegunungan Halimun Salak.

Tim tanggap bencana Save the Children memberikan sejumlah dukungan pada komunitas warga Sukajaya. Salah satunya adalah lokakarya Integrated Psychosocial Support (PSS) atau Dukungan Psikososial Terpadu bagi sekitar 30 perwakilan guru PAUD dan sekolah di wilayah Sukajaya pada Kamis, 23 Januari 2020 lalu.

Dalam lokakarya sehari ini, tim Save the Children memberikan tiga materi terkait bagaimana mendampingi anak-anak dalam situasi bencana. Ketiga materi ini antara lain Perlindungan Anak, Pendidikan, serta Gizi dan Kesehatan.

14ERJKTFL20-23JAN-13.jpg

Dukungan Psikososial Terpadu ini diharapkan dapat membantu anak-anak yang terkena dampak bencana atau peristiwa darurat. Guru-guru PAUD yang mengikuti lokakarya juga diharapkan dapat menerapkan konsep ini agar pendampingan kepada anak-anak bisa terus berkelanjutan secara mandiri.

"Kita membekali guru dengan kemampuan untuk memfasilitasi Dukungan Psikososial Terpadu kepada anak didik. Guru setiap hari ada di sekolah itu, sehingga harapannya, mereka bisa mempraktikan apa yang didapat hari ini kepada anak-anak," kata Evie Woro, Ketua Tim Tanggap Bencana Banjir-Longsor Jabodetabek.

"Kita juga mengharapkan mereka mengintegrasikan (materi ini) melalui mata pelajaran yang ada, misalnya pendidikan tas siaga bencana, menyiapkan apa saja sebelum bencana datang, di pelajaran sains," lanjut Evie.

Lokakarya diadakan oleh Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) lewat kerja sama dengan LSM lokal TRAMP Humanitarian Foundation dan Save the Children. Tim tanggap bencana Save the Children terlibat sebagai pemberi materi.   

14ERJKTFL20-23JAN-11.jpg

Menurut Ketua FMKS, Ajiz S., masyarakat Sukajaya saat ini berfokus pada pemulihan pasca bencana, baik fisik maupun mental. Sebagai catatan, status darurat bencana di Kabupaten Bogor diperpanjang hingga 30 Januari.

"Untuk pemulihan psikis, pendampingan terkait trauma healing masih sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak di sekolah," kata Ajiz.

"Harapan kami, Sukajaya bangkit dan harus ditopang dengan elemen masyarakat yang mandiri. Ketika hari ini Save the Children menyampaikan khusus terkait psikososial, mudah-mudahan para guru yang hari ini ada bisa membuat komunitas mandiri untuk saling mengisi, kaitannya dengan pemulihan mental," lanjut Ajiz.

14ERJKTFL20-23JAN-8.jpg

Marlina, salah satu guru dari SD Negeri Sukajaya 03, bercerita dirinya puas ikut lokakarya karena mendapat pengetahuan baru tentang kesiapsiagaan bencana dan pendidikan bencana. Selain itu, dia juga lebih memahami risiko-risiko kesehatan di pos pengungsian serta cara mengatasinya.

"Dampak-dampak dari pengungsian kan penyakit. Di sini ada solusinya. Karena itulah saya ikut ini karena masyarakat yang saya tangani (pengungsi) itu 3.500 orang. Dampaknya sangat banyak, termasuk penyakit yang terpapar melalui sampah, udara, dan air," kata Marlina.

14ERJKTFL20-23JAN-17.jpg


–––––
Foto dan tulisan oleh Purba Wirastama (Dept. Komunikasi)