Festival Literasi Anak Sumba Barat

Selasa 8 September 2020

Festival Literasi Anak Sumba Barat: Kompetisi dari Anak dan Orang tua Agar Belajar Menyenangkan

Alfreth Jems - Basic Education Coordinator dari Sponsorship Project

Hasil Survey yang dilakukan oleh lembaga Stimulant mitra Save the Children pada bulan Mei 2020 menunjukkan bahwa, di atas 80%, pelaksanaan pembelajaran dari rumah baik melalui platform online/dalam jaringan maupun offline/luar jaringan belum dilakukan secara maksimal karena berbagai macam tantangan. Tantangan yang dihadapi antara lain, terbatasnya akses jaringan internet di sebagian besar wilayah kabupaten Sumba Barat, keterbatasan fasilitas pendukung seperti HP, Laptop untuk mengakses pembelajaran online, kurangnya keterlibatan orangtua dalam mendampingi anak belajar di rumah, anak jenuh dan anak merasa tertekan karena harus menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah tanpa bisa keluar rumah, terbatasnya fasilitas belajar yang tersedia di rumah anak, kurangnya pengetahuan orang tua dalam mendampingi anak belajar dan jarak rumah anak yang berjauhan membuat guru kesulitan melakukan kunjungan rumah.
 
Hupumada-4.jpg
 
Berdasarkan tantangan tersebut, Save the Children bersama mitra implementasi Stimulant Institute di kabupaten Sumba Barat bekerja sama dengan Dinas pendidikan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk merancang kegiatan-kegiatan alternatif yang bertujuan untuk memudahkan siswa dan orang tua berkolaborasi. Dari kolaborasi ini tercipta kegiatan pembelajaran di rumah menyenangkan, ramah anak dan yang paling utama adalah anak tetap dapat belajar dalam situasi pandemic Covid19 saat ini. Selain itu juga orang tua bisa menjadi GURU/MENTOR bagi anak.

Hal ini sejalan dengan salah satu program Save the Children lain (Sponsorship Program) yakni program parenting atau pengasuhan bertajuk “Orang tua Guru” dimana program itu mengedukasi para orang tua. Mereka memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan guru di sekolah dalam mendidik dan mendampingi anak belajar terutama dimasa pandemic Covid19. Orang tua dapat berperan sebagai guru hebat di rumah.
 
Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk medorong partisipasi orang tua berupa kompetisi literasi anak. Para peserta bersaing dalam menulis cerita, puisi dan mewarnai gambar terkait pengalaman anak belajar dari rumah selama masa Covid-19 dan wajib didampingi oleh orangtua/wali/kakak dalam proses tersebut. Hasil kolaborasi orangtua dan anak selanjutnya dikirimkan melalui media WhatsApp dan Facebook berupa foto dan video. Kegiatan ini akan berlangsung dalam tiga periode Juli-Oktober 2020.
 
Kanti-maya-Ginting_Kelas-2-(3).jpeg

Untuk bulan Juli 2020 target peserta anak dan orang tua yang mengikuti kegiatan ini. Sudah terjaring sebanyak 150 anak dan orang tua. Total peserta yang mengirimkan hasil kegiatan sebanyak 253 anak dan orang tua. Kegiatan ini mendapat sambutan positif bukan hanya oleh para guru di sekolah dampingan namun juga sekolah non dampingan Save the Children dan mitra implementasi Stimulant Institute.

Para guru dan kepala sekolah non dampingan Save the Children memintaagar sekolah mereka juga diikutsertakan dalam kegiatan tersebut. Salah satu orangtua siswa menyatakan bahwa “ini adalah kegiatan yang sangat bagus, karena selama ini tidak ada program kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sejak Covid dan anak-anak tidak pergi ke sekolah.” Para orang tua menyampaikan terima kasih kepada Save the Chidren yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan berharap ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini tetap dilakukan. (RE)