Bantuan Untuk Tenaga Medis

Rabu 8 April 2020

10.000 Masker N95 Disumbang Save the Children Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI

 

Fasilitas dan layanan kesehatan di Indonesia membutuhkan setidaknya 850 juta paket APD untuk menghadapi pandemik COVID-19

 
Jakarta 6 April 2020 - Merespon permintaan yang luar biasa tinggi dari fasilitas kesehatan dan titik-titik layanan kesehatan masyarakat karena virus COVID-19, dan sesuai dengan himbauan pemerintah mengenai penggunaan masker yang diprioritaskan kepada tenaga medis, Save the Children Indonesia memberikan sumbangan 10.000 masker respirator N95 melalui Kementerian Kesehatan RI.

Masker standar untuk para tenaga medis ini diharapkan dapat membantu dalam mengatasi kesenjangan ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan di garis terdepan yaitu di rumah sakit dan puskesmas yang saat ini tengah berjuang keras dengan meningkatnya kasus pasien COVID-19.  Ribuan masker respirator N95 diangkut dari gudang persediaan Save the Children Indonesia di Jakarta dan secara simbolis diserahkan kepada Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bapak Rosyidi Ruslan oleh Direktur Fundraising dan Marketing Save the Children Indonesia, Maitra Yodha Rahma Widiantini pada hari Senin 6 April 2020 di Gedung Kementerian Kesehatan Jalan HR Rasuna Said Jakarta.
 
Masker ini tidak secara langsung diserahkan pada pengelola fasilitas kesehatan oleh Save the Children dengan pertimbangan bahwa Kementerian Kesehatan adalah pihak yang paling mengetahui kebutuhan titik distribusi secara nasional. Semua masker ini langsung masuk ke dalam daftar inventaris Kementerian Kesehatan.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Maitra Widiantini menyampaikan bahwa Save the Children menyalurkan dana yang dikumpulkan dari para donatur untuk bantuan penyaluran masker medis ini.

Sementara Rosyidi Roslan mengatakan, “Distribusi masker ini akan dilakukan dalam dua cara yaitu dikirim berdasarkan database kebutuhan fasilitas kesehatan secara nasional yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan dan yang kedua dengan memenuhi permintaan dari fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah menghubungi Kementerian Kesehatan supaya mendapatkan suplai masker N95 ini.”


Save the Children, sebagai organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam respons bencana dan kemanusiaan di Indonesia, turut serta mendukung segala upaya pemerintah dalam menangani dan mengurangi transmisi virus COVID-19 termasuk kampanye #Yukdirumahsaja, serta terlibat dalam sektor lain yang terimbas khususnya yang berdampak terhadap anak dan keluarga seperti Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan, dan Perlindungan Anak. Walaupun angka kesakitan tertinggi kasus COVID-19 ada di golongan usia lanjut, tidak berarti mereka yang berusia muda tidak terancam.

CEO Save the Children di Indonesia, Selina Patta Sumbung mengatakan, “Pada dasarnya, anak-anak selalu menjadi golongan yang paling rentan dalam situasi krisis.  Demikian pula dalam krisis COVID-19 ini.  Mereka langsung terdampak akibat pola pemenuhan hak dasarnya yang berubah drastis, selain juga secara tak langsung rentan terhadap dampak jika orangtua, pengasuh, dan guru mereka menjadi korban dari pandemi ini.”
 
Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, skenario kebutuhan nasional akan Alat Pelindung Diri (APD) sangat besar.  Alat Pelindung Diri yang lengkap yang terdiri dari coveralls, masker N95, sarung tangan non-steril, sarung tangan panjang, penutup sepatu, kacamata pelindung dan sepatu boots di seluruh titik layanan kesehatan nasional diperkirakan membutuhkan 850 juta paket APD. (RE)

Unduh dokumen disini