Bantuan Makanan Pokok untuk 1.800 Keluarga di Sumba

Jumat 6 November 2020
WAIKABUBAK – Tidak dipungkiri lagi bahwa pandemi COVID-19 membawa dampak buruk dalam penanganan kasus stunting di Sumba. Setelah berdiskusi dengan lembaga pemerintah setempat, Save the Children melalui Program Sponsorship menyerahkan bantuan bahan makanan pokok kepada 1.800 rumah tangga dari 13 desa di Sumba Barat dan lima desa di Sumba Tengah.

Penyaluran bantuan dimulai di Desa Gara pada 28 Oktober 2020, dilanjutkan ke Desa Puu Mawo dan Beradolu pada hari berikutnya, lalu  dilanjutkan lagi ke 15 desa lain berurutan hingga awal November 2020.

Sebelum penyaluran dilakukan, penentuan siapa saja penerima manfaat sudah didiskusikan bersama Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Sumba Barat pada Juni-Juli 2020 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat. Pertemuan dihadiri oleh para perwakilan Bappeda/Bapelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Sosial.

Diputuskan bahwa penerima manfaat adalah keluarga dengan kategori paling rentan, yaitu keluarga yang memiliki ibu hamil, anak di bawah usia dua tahun, serta anak balita dengan permasalahan gizi buruk dan/atau anak berkebutuhan khusus. Desa-desa prioritas adalah 18 desa di Sumba Barat dan Sumba Tengah dengan angka prevalensi stunting tertinggi.

Berdasarkan data Bappeda dan Bapelitbangda, angka prevalensi stunting di Sumba Barat masih mencapai 31,85% dan Sumba Tengah 20,49%. Data dari Program Sponsorship Save the Children menambah kelengkapan data pemerintah daerah untuk menentukan keluarga-keluarga yang tepat mendapatkan program bantuan ini.

Desa-desa penerima bantuan di Sumba Barat adalah Beradolu, Gaura, Puumawo, Patialadete, Malata, Manukuku, Rajaka, Hobawawi, Haronakala, Kalebu Anakaka, Kareka Nduku, Sobarade, dan Zalakadu. Kemudian, desa-desa penerima manfaat di Sumba Tengah adalah Tanamodu, Manuwolu, Praimadeta, Kabelawuntu dan Malinjak.

Bantuan makanan pokok untuk setiap keluarga terdiri dari beras 50 kg, telur ayam 2 papan, minyak goreng 5 liter, bawang merah 1 kg, bawang putih 1 kg, kacang hijau 5 kg, gula pasir 2 kg, dan garam 2 bungkus.

Save the Children bekerja sama dengan sejumlah vendor lokal untuk menyediakan bahan makanan pokok dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan aspek perlindungan anak. Sebelum distribusi bantuan, seluruh staf dan relawan program Sponsorship Save the Children memeriksa kondisi bahan serta memastikan berat dan jumlah sesuai rencana. Distribusi dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan tersedianya sarana cuci tangan baik dengan sabun dan air mengalir maupun hand sanitizer.

Sumba Field Manager Save the Children David Wala menjelaskan, "Pemberian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi anak. Diakui bahwa banyak keluarga yang mengalami masalah keuangan karena pandemi COVID-19. Save the Children tergerak untuk membantu keluarga-keluarga tersebut dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah."

Benny Leonard Johan, Ketua Tim Penyaluran Bahan Makanan Pokok ini, mengatakan, "Pemerintah menetapkan tahapan penyaluran. Pada bagian awal terdapat diskusi penentuan kriteria dan jumlah penerima manfaat, kemudian dilakukan analisa situasi dan pendataan, penentuan wilayah desa penerima program, dan desain prosedur penentuan penerima bantuan."

"Dilanjutkan dengan sosialisasi program kegiatan, penentuan penyedia jasa penyalur bahan makanan, penentuan strategi penyaluran bantuan, penentuan jenis menu atau paket bantuan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan penyaluran bantuan. Terakhir tentu seluruh kegiatan ini dipantau dan dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban," lanjut Benny.

Kegiatan penyerahan bantuan makanan pokok ini dipantau oleh jajaran pemerintah setempat. Misalnya di Desa Beradolu, penyerahan dipantau oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat Drs. Semuel D. Pakereng, M.Si; Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes; Kepala Bappeda Titus Diaz Liurai, S.Sos, M.Si; Kepala BPBD dan Wakil Ketua Satgas COVID-19 Sumba Barat Ir. Yanis Eklemens Luther Chr. Loebaloe, M.Si; serta Kepala Desa Beradolu Yance Kaleka.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Pjs Bupati Sumba Barat menyampaikan terima kasih kepada Save the Children yang sudah menaruh kepedulian dengan memberikan bantuan bahan makanan pokok kepada warga.

Program Sponsorship adalah salah satu program Save the Children yang telah berjalan di Sumba Barat dan Sumba Tengah sejak 2013. Program ini menyasar lima prioritas inti, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); pendidikan dasar; kesehatan dan gizi sekolah; kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak; serta perkembangan remaja. Tujuan utamanya adalah meningkatkan akses, kualitas, kapasitas, dan kebijakan layanan pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak di Sumba Barat dan Sumba Tengah.
 
20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-01.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-02.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-03.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-04.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-05.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-06.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-07.jpg

20201107BeritaSponsorshipDistribusi1800KK-08.jpg

--
Artikel teks oleh Ria Ernunsari dan Purba Wirastama
Foto-foto oleh Tim Program Sponsorship