Berita

Menjaga Asa Bersekolah

Menjaga Asa Bersekolah

Tantangan di bidang pendidikan pada situasi bencana adalah bagaimana memastikan agar anak tetap dapat bersekolah atau mengenyam pendidikan yang berkualitas seperti pada situasi normal. Hanya saja dalam kondisi itu, sebagaimana yang terjadi di Lombok pasca gempa Agustus lalu, banyak bangunan sekolah yang ambruk dan tidak layak untuk ditempati karena bisa mengancam keselamatan. Akhirnya, anak-anak sekolah mesti dipindahkan ke ruang-ruang belajar darurat seperti tenda ataupun di bawah pohon.
 

Baca lebih banyak

Laporan Keselamatan Berlalu Lintas Berbasis Sekolah di Jakarta

Laporan Keselamatan Berlalu Lintas Berbasis Sekolah di Jakarta

Program SELAMAT (Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas) dengan dukungan dari SOMPO Japan Nippon Koa meluncurkan laporan penelitian terbaru melalui baseline study keselamatan berlalu lintas berbasis sekolah yang dilakukan pada bulan September – Desember 2018 di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Baca lebih banyak

Ruang Ramah Anak: Ruang Bagi Anak-anak untuk Mengekspresikan Dirinya

Ruang Ramah Anak: Ruang Bagi Anak-anak untuk Mengekspresikan Dirinya


Yayasan Sayangi Tunas Cilik telah mendirikan dua tenda ruang ramah anak, dimana anak-anak dapat bermain dengan aman dan nyaman.

Baca lebih banyak

Yayasan Sayangi Tunas Cilik Distribusikan Bantuan bagi Penyintas Tsunami Banten dan Lampung

Yayasan Sayangi Tunas Cilik telah berada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan sejak 1x24 jam terjadinya Tsunami. Di masing-masing Kabupaten kami melakukan distribusi 1000 paket hygiene kit dan 1000 paket shelter kit. Per 31 Desember 2018, kami juga telah melakukan kegiatan bermain bersama anak-anak di Kecamatan Jiput dan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang

Baca lebih banyak

Dari Penyintas menjadi Relawan

Dari Penyintas menjadi Relawan

Setelah selamat dari tsunami, dalam waktu 24 jam epul menjadi relawan untuk membantu korban tsunami.
 

Baca lebih banyak

Bantuan Kemanusiaan YSTC untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Bantuan Kemanusiaan YSTC untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Lebih dari 400 orang tewas setelah tsunami menghantam pesisir Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera pada Sabtu (22/12) malam lalu. Tsunami ini disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di selat tersebut. BNPB melaporkan, hingga kemarin tercatat 429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi. 

Baca lebih banyak