Upaya Save the Children Mencegah Stunting Diapresiasi Pemerintah

Jumat 15 November 2019
Jakarta – Keterlibatan Save the Children dalam upaya menurunkan angka stunting anak-anak di Indonesia diapresiasi oleh pemerintah. Selina Patta Sumbung, Ketua Pengurus Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children di Indonesia) mendapat penghargaan sebagai tokoh pegiat pencegahan stunting 2019.

Selina adalah satu dari 10 tokoh lintas bidang yang menerima penghargaan serupa dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko. Seremoni penghargaan digelar di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 15 November 2019.

Sejumlah tokoh lain di antaranya Ketua PKK Kabupaten Sumba Barat Meitty HW Monteiro, Noer Wulan Sari Kaban dari Yayasan Kopernik, serta Ratna Megawangi, salah satu pendiri Indonesia Heritage Foundation.

Dalam sambutan, Moeldoko mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegiat stunting. Dia menyebut bahwa para pegiat, lewat kolaborasi dengan instansi pemerintah termasuk pemerintah daerah, telah melakukan sesuatu yang nyata terkait pencegahan stunting.

Selina-MeityMonteiro-10Tokoh-Stunting-KSP2019.jpg

Menurut Moeldoko, pencegahan stunting adalah bagian dari upaya bersama untuk memastikan setiap warga negara Indonesia tidak tertinggal dalam meraih cita-cita. Ini adalah satu dari lima indikator penting dalam visi Indonesia Maju yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo.

Save the Children telah berkomitmen untuk ikut menghadapi persoalan stunting lewat program-program yang dijalankan di sejumlah daerah. Salah satu pendekatan program adalah pemberian nutrisi yang sehat dan lengkap.

"Sejak beberapa tahun terakhir, kami sudah mendukung kegiatan pemerintah dalam pencegahan stunting melalui program Kesehatan dan Nutrisi Save the Children," kata Selina saat ditemui terpisah usai menerima penghargaan.

Malnutrisi atau gizi buruk merupakan masalah global penyebab stunting (tinggi badan rendah dibandingkan umur) anak-anak. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018 dari Kemenkes, sekitar 30,8% populasi balita mengalami stunting. Sementara itu, Indonesia juga menempati peringkat 10 dari 44 negara dalam Indeks Komitmen Kelaparan dan Gizi (HANCI) tahun 2017.