Tips Anak Aman Saat Banjir

Jumat 10 Januari 2020
Intensitas curah hujan yang tinggi sejak 31 Desember 2019, membuat daerah Jabodetabek terendam banjir besar. Bencana banjir tersebut mengakibatkan sebagian rumah dan sekolah rusak parah, 61 orang meninggal, 511.471 terpaksa mengungsi termasuk diantaranya adalah anak-anak. Save the Children di Indonesia merangkum tips penting untuk dipahami oleh orang tua dan keluarga untuk memberikan rasa aman pada anak jika terjadi bencana banjir. Pahami tipsnya dibawah ini:
 
Apa yang dapat orang tua lakukan pada anak saat banjir?
 
  1. Jangan biarkan anak anak bermain di area banjir
  2. Pindah ke tempat yang lebih tinggi. Hindari genangan air, air yang mengalir, atau air yang naik.
  3. Jauhkan anak-anak dari air banjir karena cenderung kotor, membawa bakteri, dan rentan terhadap sengatan listrik.
  4. Jaga kebersihan anak-anak. Sering-seringlah mencuci tangan anak-anak (selalu sebelum makan) dan memastikan mereka mandi setelah terkena air banjir atau daerah yang terkena banjir.
  5. PAstikan anak-anak dalam kondisi kering dan tetap hangat
 
Setelah banjir usai, apa selanjutnya yang harus setiap orang tua pada anak?
 
  1. Pastikan sarana listrik dan air sudah pulih, sebelum anak-anak kembali ke daerah yang terkena banjir. Ruang aktivitas misalnya rumah, sekolah, fasilitas penitipan anak bebas dari bahaya fisik dan lingkungan.
  2. Jangan libatkan anak-anak dalam masa pemulihan. Anak-anak kembali ke rumah setelah area tersebut selesai dibersihkan dan didesinfeksi bersama dengan semua mainan, pakaian, dll.
  3. Bersihkan atau buang mainan yang terkontaminasi / tercemar. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan mainan yang telah terkontaminasi oleh air banjir dan belum didesinfeksi. Bahan yang tidak mungkin didesinfeksi, seperti boneka atau bantal, harus dibuang.
 
Beri perlindungan terbaik pada anak saat banjir, sehingga setiap anak tetap merasa aman meski dalam situasi bencana. Siaga untuk selamat, berpihak pada anak!

Penulis: Dorpaima Lumban Gaol & Yani Firda