Tim Emergency Response YSTC Menjangkau Korban Gempa

Jumat 10 Agustus 2018

Tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik – mitra Save the Children hari mulai mendistribusikan bantuan kepada para korban gempa 7.0 skala Richter di Kabupaten Lombok Utara. Target distribusi pertama ini adalah sekitar 300 Kepala Keluarga yang berada di Posko Lapangan Santong di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. 

Desa ini berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari ibukota Kabupaten KLU, Tanjung. Posko lapangan Santong ini merupakan titik kumpul para pengungsi yang tidak hanya berasal dari Santong, tetapi juga dari beberapa desa sekitar lainnnya.  Warga dari beberapa desa yang ada di pesisir pantai naik hingga ke Desa Santong ini karena mendengar akan terjadi Tsunami setelah gempa.

Di posko Santong ini, Tim YSTC  membagikan 300 paket hygiene kit dan kelambu. Ini untuk memastikan agar kebersihan dan kesehatan para pengungsi terutama anak-anak di lokasi pengungsian bisa tetap terjaga. Proses distribusi paket ini dilakukan bersama oleh YSTC, staf desa dan relawan serta di bantu pula oleh Tentara yang saat itu ada di desa Santong.

Sekretaris Desa Santong, M Fauzi, SH, menyampaikan rasa terimakasihnya atas paket bantuan yang diterima dari YSTC. "Selama ini bantuan yg datang berupa makanan itu pun dalam jumlah yg terbatas. Padahal kebutuhan lain kita juga ada. Kami bersyukur sekali ada bantuan dari YSTC ini" ucap Fauzi.                                                

Ungkapan terimakasih juga datang dari ibu Iin yang sudah berada di lokasi pengungsian ini sejak gempa pertama pada 29 Juli lalu. "Bapak bisa liat sendiri kondisi kami disini. Anak-anak bisa sakit kalau kita tidak menjaga kebersihannya. Makanya saya senang pas dapat satu paket ini" ujar Ibu Iin.

Tertawa Bersama Anak
Sebelum distribusi dilakukan, para staf YSTC bermain bersama puluhan anak-anak yang ada di Posko Santong. Mereka memainkan beberapa games ringan, dan bernyanyi bersama.

Satu lagu yang berulang-ulang mereka nyanyikan adalah lagu tentang waspada gempa. Anak-anak begitu bersemangat menyanyikan lagi yang mulai diajarkan ke mereka selama di pengungsian ini. 

Kegiatan-kegiatan untuk anak seperti ini bisa membantu mereka untuk  membangun semangat serta mengurangi trauma akibat gempa dahsyat yang terjadi di beberapa waktu lalu.