Ruang Ramah Anak: Ruang Bagi Anak-anak untuk Mengekspresikan Dirinya

Kamis 3 Januari 2019
03 Januari 2019 - Tsunami Selat Sunda terjadi pada masa anak-anak liburan sekolah. Pada masa ini, dimana anak-anak seharusnya menikmati masa liburan sekolah mereka mendapatkan situasi yang cukup berbeda dari biasanya. Sejak terjadi Tsunami Selat Sunda, berbagai bentuk bantuan datang, dari makanan, pakaian, tenda, obat-obatan. Layanan kesehatan berkeliling ke berbagai kecamatan, namun sayangnya sedikit sekali bantuan yang langsung menyasar kepada anak-anak.

Dalam situasi yang cukup sibuk ini, perilaku anak-anak tetap tidak berubah. Mereka masih sama, mereka masih menyukai bermain, namun ketika semua orang sibuk untuk bertahan hidup siapa yang bisa memperhatikan anak-anak untuk bisa bermain?

Yayasan Sayangi Tunas Cilik telah mendirikan dua tenda ruang ramah anak, dimana anak-anak dapat bermain dengan aman dan nyaman. “Sejak ada tenda ini, anak-anak langsung datang kesini, mereka sejak pagi sudah bermain sendiri disini sambil menunggu kakak-kakak datang katanya” ungkap Asep (32), salah satu aparat Desa di Kecamatan Cigeulis.

Fitri (12) telah dipilih teman-temannya untuk bertanggung jawab terhadap mainan-mainan yang ada di tenda Ruang Ramah Anak. “Ini hilang satu mainannya, saya mau cari dulu mainan ini kak. Supaya bisa kembali disimpan dan dipakai semua anak disini” ungkap Fitri saat ditanya kenapa dirinya terlihat kebingunan mencari mainan. Tenda ruang ramah anak ini telah dimanfaatkan oleh 52 anak – anak. Para relawan yang memberikan layanan dukungan psikososial adalah anak-anak muda usia 18-24 tahun yang telah dilatih oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik.
Sementara itu, Yayasan Sayangi Tunas Cilik juga telah mendirikan satu tenda di Kecamatan Jiput, “Anak-anak ingin bermain rebana bersama, oleh karena itu kita sedang agendakan untuk melakukan pertunjukan musik rebana di minggu depan” ungkap salah seorang pendamping dari PPSW Pasundan yang juga telah dilatih oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik untuk memberikan dukungan psikosial pada anak.

“Pembangunan tenda ruang ramah anak ini merupakan ruang sementara bagi anak untuk bermain, tetapi strategi kami untuk memberdayakan komunitas lokal dimaksudkan untuk memberikan keberlanjutan bagi ruang ramah anak di masing-masing kecamatan. Sehinga kedepannya ruang ramah anak dapat terintegrasi ke pusat kegiatan masyarakat”, jelas Fajar Jasmin, Direktur Komunikasi Yayasan Sayangi Tunas CIlik.