Dukungan bagi Guru dan Anak Pasca Banjir Jabodetabek

Selasa 7 Januari 2020
Save the Children berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi tentang upaya pengurangan risiko bencana serta Pendidikan dalam situasi darurat kepada lebih dari  500 Kepala PAUD, Bunda PAUD kelurahan, kecamatan, Kota se Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kejadian banjir mendatang.

WhatsApp-Image-2020-01-05-at-8-14-36-AM.jpeg
Selain itu, pengenalan terhadap Pendidikan dalam situasi darurat juga merupakan hal penting yang tidak bisa dilupakan karena Pendidikan merupakan salah satu hak anak yang harus dipenuhi baik dalam kondisi normal maupun darurat.

Tak hanya itu, Save the Children juga akan mengenalkan konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang tetap harus diutamakan meskipun dalam kondisi darurat. Kondisi banjir memang menyadarkan banyak pihak untuk lebih paham terkait literasi bencana mengingat bahwa Indonesia merupakan wilayah rawan bencana. Kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup orang banyak terutama anak – anak.

Berdasarkan hasil kaji cepat Save the Children di lapangan, kebutuhan mendesak lainnya adalah terkait perlengkapan mandi, cuci dan kakus (hygiene kits) baik untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa. Save the Children di Indonesia telah menyerahkan 625 hygiene kits di lingkungan Kapuk Muara, Jakarta Utara, 10 paket alat – alat kebersihan. Di SDN Kapuk Muara 03 juga diserahkan 473 hygiene kits serta 65 paket perlengkapan kegiatan belajar mengajar.

Di tingkat pemerintah nasional, Save the Children di Indonesia juga mengkoordinir 105 organisasi untuk mendukung terkumpulnya data terkait kebencanaan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data berupa peta digital ini dilakukan bersama-sama dalam Desk Relawan Banjir Jakarta 2020. Peta digital ini bisa diakses di https://bit.ly/deskrelawanbanjirjan2020 
 
Banjir Jabodetabek dalam Angka: BNBP 6 January 2020
  • 60 tewas
  • 13,064 mengungsi
  • 276 kelurahan di 103 terkena banjir
  • 1.317 rumah rusak berat
  • 7 rumah rusak sedang
  • 544 rumah rusak ringan
  • 5 fasilitas umum rusak berat
  • 201 sekolah rusak