Partisipasi Anak dalam Pengurangan Risiko Bencana

Jumat 18 Januari 2019
Partisipasi adalah tentang memiliki kesempatan untuk mengungkapkan suatu pandangan, mempengaruhi pengambilang keputusan dan mencapai suatu perubahan. Partisipasi anak adalah suatu cara bekerja dan suatu prinsip yang esensial dalam semua program dan di semua arena mulai dari rumah ke pemerintah dari tingkat lokal ke internasional.

Partisipasi anak dalam kegiatan pengurangan risiko bencana baik di sekolah maupun komunitas menunjukan bahwa anak  bukan sekedar “korban” bencana melainkan warga Negara yang mampu, dengan dukungan yang cukup dan sesuai dari orang dewasa, dan dapat benar – benar berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, teman sebaya serta lingkungannya.

Langkah awal yang dilakukan dalam melibatkan partisipasi anak dalam pengurangan risiko bencana adalah memastikan bahwa anak – anak mengetahui bagaimana program pengurangan risiko bencana akan memberikan keuntungan bagi anak, sekolah dan lingkungannya. Anak perlu mengerti peranannya dalam sebuah program, apa yang harus dilakukan, berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan program tersebut.

Hal terpenting dalam partisipasi anak adalah anak – anak memutuskan sendiri apakan mereka ingin bergabung dan menyadari bahwa program yang dijalankan menjawab kebutuhan mereka. Seperti yang tertuang dalam prinsip dasar hak anak yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, pemenuhan hak tumbuh dan berkembang serta selalu menghargai pendapat anak.
 

Proses pendekatan dalam partisipasi anak terdiri dari 3 tahap yaitu konsultatif, kolaboratif dan kegiatan di pelopori serta di pimpin oleh Anak. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa persyaratan dasar agar partisipasi menjadi efektif dan etis yaitu : pendekatan etik : keterbukaan, kejujuran dan pertanggungjawaban, partisipasi anak relevan dan sukarela, lingkungan yang ramah anak dan memungkinkan, kesamaan kesempatan, staf / fasilitator yang efektif dan percaya diri, partisipasi mempromosikan keselamatan dan perlindungan anak, dan memastikan evaluasi serta tindak lanjut.

Penerapan dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dimulai dari perekrutan anak, perkenalan program dan penjelasan mengenai peranan anak, informasi mengenai konsep dan definisi pengurangan risiko bencana, anak terlibat dalam pemetaan risiko dan sumber daya baik di sekolah maupun lingkungan, serta mengembangkan kampanye pendidikan untuk pengurangan risiko bencana.

Beberapa praktik baik bentuk partisipasi anak dalam pengembangan kampanye pendidikan pengurangan risiko bencana diantaranya adalah : mengkampanyekan langkah aman menghadapi bencana dengan mengeluarkan jingle kebakaran melalui jenis music beatbox, serta mendongeng tentang siap siaga bencana menggunakan boneka tangan dan masih banyak lagi hal kreatif dan inovatif lainnya.