Kemeriahan Festival Membaca di Kab. Kupang

Jumat 26 Oktober 2018
Bulan Oktober adalah bulan bahasa dan sastra nasional. Di Kabupaten Kupang, program MEMBACA 2 yang diimplementasikan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) turut ambil bagian memeriahkan bulan ini dengan menggelar acara Festival Membaca bagi anak-anak. Selain untuk merayakan bulan bahasa dan sastra nasional itu, kegiatan ini bermaksud mengkampanyekan semangat membaca bagi masyarakat, guru, anak-anak, serta pemerintah.
 
Program MEMBACA 2 adalah program pendidikan yang berfokus pada percepatan kemampuan keaksaraan bagi anak-anak kelas awal di Kabupaten Kupang. Program ini tengah dijalankan di dua kecamatan yaitu Takari dan Fatulehu Tengah, dengan menyasar 13 sekolah dasar yang ada di sana. Salah satu yang menjadi bagian penting yang ingin dicapai oleh program ini adalah menanamkan kesadaran bagi masyarakat tentang pentingnya membaca.
 
Momentum bulan bahasa dan sastra di bulan Oktober ini dimanfaatkan untuk tujuan tersebut dengan mengadakan festival literasi. Dalam festival ini, digelar berbagai perlombaan literasi bagi anak-anak sekolah dasar. Ada 272 peserta yang berpartisipasi dalam beragam kegiatan yang dilombakan. Mereka berasal dari 22 sekolah di dua kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan program MEMBACA 2. 13 diatantara sekolah itu merupakan dampingan dari program MEMBACA sendiri, sementara 9 lainnya adalah sekolah non-dampingan.
 
Dalam festival tersebut terdapat beberapa jenis kegiatan yang dilombakan, seperti kelancaran membaca, lomba mengeja antar siswa, lomba pemahaman bacaan, dan lomba membuat media pembelajaran dari bahan lokal yang diikuti oleh para guru kelas awal. Selain dari sekolah, lomba ini juga diikuti oleh para relawan pos baca yang diinisiasi oleh program MEMBACA 2 dan masyarakat. Ada 13 pos baca yang saat ini tengah berjalan di kedua kecamatan tersebut. Pada festival ini, para relawannya berlomba dalam melakukan penyuluhan literasi dan membaca interaktif.
 
Festival Membaca yang berlangsung seharian penuh ini berlangsung dengan meriah. Sore hari, semua lomba berakhir dan pengumuman pemenang pun dilakukan. SDK Noelmina yang juga merupakan tuan rumah dinyatakan sebagai juara umum setelah berhasil mengumpulkan poin terbanyak.
 
Tentunya, menjadi juara bukan hal paling pokok dari kegiatan Festival Membaca ini. Sebab, yang hendak dicapai adalah bagaimana kita bisa mulai menanamkan kecintaan pada membaca buku, khususnya bagi adik-adik kita yang baru mulai belajar mengeja. Sekolah, serta lingkungan masyarakat punya peran penting untuk itu. Sekolah memberkuat keterampilan literasi mereka sehingga mereka bisa membaca dengan baik. Sedangkan masyarakat  memberi dukungan agar anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya di luar sekolah. Festival ini adalah sebuah ajakan untuk itu.