Kemeriahan di Pengungsian

Rabu 22 Agustus 2018
 
Hari kemeredekaan Republik Indonesia pada setiap tanggal 17 Agustus identik dengan kemeriahan. Di seluruh pelosok negeri, hari bersejarah ini dirayakan dengan berbagai macam acara. Mulai dari upacara bendera, kunjungan ke taman makan pahlawan, serta berbagai perlombaaan permainan tradisional rakyat bagi anak-anak. Kemeriahan seperti itu yang coba dihadirkan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) bagi anak-anak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang saat ini tengah menghadapi musibah bencana alam.

Rentetan gempa bumi yang mengantam daerah tersebut pada awal Agustus lalu telah membawa kerusakan dan korban yang masif di Kabupaten tersebut. Kehidupan masyarakatnya lumpuh, sehingga mereka tidak bisa merayakan dan memperingati hari kemerdekaan ini sebagaimana biasanya.  

YSTC kemudian mengambil inisiatif agar masyarakat khususnya anak-anak yang saat ini tengah berada di kantong-kantong pengungsian bisa tetap merasakan gempita kemerdekaan republik yang ke 73 ini. Koordinasi dibangun dengan pemerintah desa, koordinator posko dan lembaga mitra yang ada di sana. Semua kemudian berkolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan pada hari kemerdekaan itu.

Pagi hari tanggal 17 Agustus, semarak hari kemerdekaan di awali dengan pelaksanaan upacara bendera di posko utama desa Santong kecamatan Kayangan. Puluhan anak-anak korban pengungsian dengan pakaian seadanya yang mereka miliki mengikuti upacara. Tak hanya merekas, sejumlah kelompok relawan bencana yang tengah berada di desa Santong juga turut di dalam barisan. Upacara singkat tersebut di pimpin oleh Ketua Komite Sekolah SD 1 Santong.

Usai upacara, kemeriahaan di mulai dengan sejumlah lomba  bagi anak-anak di Posko tersebut. Ada makan kerupuk dan lomba membawa lari bola pingpong di atas sendok. Semua aktifitas berlangsung di dekat tenda Child Friendly Space (CFS) YSTC yang tegak berdiri situ. Aneka lomba tersebut berakhir menjelang siang.

Pada sore harinya, kemeriahan yang sama juga berlangsung di dua posko lain yang ada di kecamatan Bayan, yaitu posko Bayan barat dan Posko desa Loloan. Di posko Bayan barat, puluhan anak-anak mengikuti lomba makan kerupuk dan memasukkan pensil dalam botol yang di gelar YSTC. Tak hanya dari posko setempat, anak-anak dari Posko Bayan timur yang lokasinya tak jauh dari situ juga turut hadir.

Di tempat lain, di posko desa Loloan, kegembiraan dan keceriaan acara tujuh belasan juga dihadirkan oleh tim respon bencana YSTC. Lapangan sepakbola luas yang kini diisi oleh tenda-tenda pengungsian terlihat semarak dengan ratusan bendera merah-putih kecil yang di pasang sejak malam sebelumnya. Anak-anak berlomba makan kerupuk, membawa bola pingpong di atas sendok, dan memindahkan karet gelang dengan sedotan. Semua anak berpartisipasi dengan riang.
 
Di penghujung hari, mereka yang menjadi pemenang mendapatkan hadiah dari tim YSTC. Tapi tak hanya pemenang, semua anak mendapatkannya. Sebab memang, menjadi juara memang bukan tujuan dari kegiatan ini. Yang ingin di capai adalah keceriaan dan kebahagiaan dari mereka di hari hari bersejarah ini. Lomba yang di penuhi gelak tawa, dan wajah bahagia setiap anak dengan bingkisan sederhana di akhir acara adalah hal yang ingin dicapai.