Yayasan Sayangi Tunas Cilik Distribusikan Bantuan bagi Penyintas Tsunami Banten dan Lampung

Kamis 3 Januari 2019
Melani-(9) salah-satu-pengungsi-yang-kini-berada-di-rumah-neneknya
Tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik – mitra Save the Children telah mendistribusikan bantuan kepada para korban tsunami Selat Sunda baik di Kabupaten Lampung Selatan dan di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan data dari BNPB dalam keterangannya sampai dengan H+7 pada 29/12/2018 tercatat korban tsunami di Selat Sunda adalah 431 orang meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi. Sementara itu,  527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas publik. Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.
 
Salah satu distribusi yang telah dilakukan adalah di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Desa ini berjarak sekitar 3 jam dari pusat pemerintahan Kabupaten Pandegalang. Di  desa Banyasih, 225 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi ke perbukitan karena khawatir bahwa tsunami akan kembali terjadi “Gunung Krakatau masih terdengar gemuruhnya, belum lagi berita-berita yang mengatakan bahwa tsunami akan kembali terjadi. Kami takut kalau harus tingal dirumah, jadi ketika siang kami turun ke bawah untuk bekerja namun di malam hari kami kembali ke atas bukit” ungkap Agus (31), salah satu warga yang mengungsi dan mendapatkan bantuan shelter kit dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik. Bantuan shelter kit Yayasan Sayangi Tunas Cilik terdiri dari terpal dan selimut yang bisa digunakan masyarakat apabila mereka masih harus mengungsi. “Selama ini bantuan hanya berupa logisitik makanan ataupun pakaian, bantuan seperti ini selain bisa digunakan sekarang karena sudah masuk musim penghujan juga dapat digunakan untuk kedepannya, seperti terpal yang dapat kami gunakan untuk bertani” ungkap Sartina (29).
 
“Yayasan Sayangi Tunas Cilik telah berada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan sejak 1x24 jam terjadinya Tsunami. Di masing-masing Kabupaten kami melakukan distribusi 1000 paket hygiene kit dan 1000 paket shelter kit. Per 31 Desember 2018, kami juga telah melakukan kegiatan bermain bersama anak-anak di Kecamatan Jiput dan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang” jelas Fajar Jasmin, Direktur Komunikasi YSTC.
 
Dalam situasi bencana seperti ini, sangat penting untuk memberikan perhatian kepada anak-anak sebagai salah satu kelompok yang sangat rentan terdampak. Kami mendirikan ruang ramah anak, sebagai tempat bagi anak-anak untuk dapat bermain dan belajar sehingga merasakan kembali situasi normal. Seperti yang kami lakukan juga di Lombok, Palu dan saat ini di Banten dan Lampung.” Lanjut Fajar
 Pengungsi-Mengambil-Bantuan-(2).JPG
Dalam melakukan proses distribusi, Yayasan Sayangi Tunas Cilik, bekerja sama dengan pemerintah setempat. Salah satunya dalam pendistribusian hygiene kit, dimana tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik bekerja sama dengan tim UKS untuk mensosiaslisasikan pentingnya kebersihan dan sanitasi. “Dalam situasi seperti ini para pengungsi sering lupa tentang kebersihan, akibatnya bisa banyak yang sakit. Maka dari itu saya senang tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik tidak hanya mendistribusikan bantuan kebersihan saja tetapi juga bagaimana bantuan ini dapat digunakan dan masyarakat bisa sedikit demi sedikit menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” ungkat Dede, Tim UKS yang melakukan sosialiasi di Kecamatan Angsana.
 
“Untuk Kabupaten Pandeglang kami bekerja di enam titik kecamatan; Cigeulis, Angsana, Carita, Labuan, Jiput dan Sumur. Sementara untuk Kabupaten Lampung Selatan kami bekerja  di dua titik kecamatan; Raja Basa dan Kalianda. Hampir semua kecamatan ini berada di akses yang cukup sulit, dengan kondisi jalan yang tidak begitu baik ditambah lagi dengan kondisi musim penghujan. Namun kami akan berusaha memastikan dan melakukan apa saja agar anak-anak dapat terpenuhi hak-haknya” tutup Fajar Jasmin.