Distribusi bantuan untuk korban banjir di Makassar butuh perahu

Kamis 31 Januari 2019
Meski banjir yang melanda Makassar dan 12 kabupaten lainnya telah surut, namun masih ada warga yang harus menggunakan perahu untuk mengangkut bantuan ke rumah mereka.
 
Kampung Romangtangayya, sebuah area yang dihuni oleh 79 kepala keluarga, masih direndam banjir. Pemukiman yang merupakan bagian dari Kelurahan Tamangapa ini tidak memiliki akses kecuali melalui sawah yang terendam banjir hingga  dua  meter. Karena kondisi geografisnya yang lebih rendah dari wilayah sekililingnya, kampung ini menjadi langganan banjir setiap tahun. Per 1/29/2019 lalu, ketinggian air sudah berkurang namun warga memerlukan sampan untuk menyeberang ke wilayah yang lebih tinggi.
 
Melalui koordinasi dengan pemerintah setempat, Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children mendistribusikan 79 paket perlengkapan kebersihan kepada warga Kampung Romangtangayya pada 1/29/2019. Daeng Ngitung, salah satu warga kampung tersebut, beserta dua  warga lainnya menggunakan tiga  sampan untuk mengangkut paket bantuan.
 
Daeng Ngitung mengaku kaget dengan banjir tahun ini karena kenaikan air sangat cepat. “Setiap tahun (kampung) ini banjir terus, tapi banjir kali ini yang terparah, karena cepat sekali naik air” jelasnya. “Terima kasih (kepada mereka) yang sudah kasih kami bantuan. Bantuan apa saja pasti sangat bermanfaat” ungkapnya. 
 
Selain di Kampung Romangangayya, distribusi paket kebersihan keluarga juga dilakukan di Masjid Ni’matul Bashir, Kelurahan Tamangapa total paket 131. Paket tersebut berisi sabun, handuk, pasta gigi, pembalut, gelas, dan lainnya. Kegiatan distribusi diawali dengan sosialisasi mengenai lima langkah untuk menghindari penyakit dan tetap sehat. Alfrida Allo, petugas kesehatan dari Puskesmas Tamangapa menjelaskan warga perlu menerapkan lima langkah ini menjauhi penyakit baik di situasi normal maupun darurat. Lima langkah tersebut adalah cuci tangan pakai sabun, menggunakan dan membersihkan kakus, minum air yang telah dimasak, memilah sampah basah dan kering, serta menjaga kebersihan lingkungan.
 
Daeng Siama, Ketua RT 04 RW 05, Kelurahan Tamangapa mengatakan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warganya akan pentingnya hidup bersih dan sehat. “Warga biasanya kurang perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan mereka setelah banjir. Padahal di situ mi banyak penyakit. Mudah-mudahan perlengkapan yang diberikan bisa digunakan sebaik-baiknya agar mereka tetap sehat dan kembal mencari nafkah” harapnya.
 
Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children juga memberikan dukungan kepada korban banjir dan tanah longsor di Jeneponto dan Gowa. Dukungan difokuskan pada Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis, terutama pada anak-anak, serta upaya pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak. “Dukungan ini untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak-hak dasar mereka dalam situasi pasca bencanadan juga mendorong semua pihak untuk sama-sama mengembalikan keceriaan mereka” kata Ihwana, Project Manager, Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children.