Ayo Kembali Ke Sekolah

Rabu 12 September 2018
“Apapun Kondisinya Anak – Anak NTB terutama yang terdampak bencana tidak boleh berhenti belajar, mari kita gairahkan kembali semangat untuk kembali ke sekolah” Ajakan Muhadjir Effendy / Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
 
Mataram (10/9), Pemulihan sekolah usai berakhirnya status tanggap darurat bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk Yayasan Sayangi Tunas Cilik – Save the Children.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Minggu (9/9/2018) mencanangkan Gerakan Kembali Sekolah di lapangan Bumi Gora NTB. Gerakan ini dirangkai dengan apel pagi Mendikbud bersama ratusan perwakilan guru dan siswa se – Lombok beserta para relawan dan perwakilan lembaga dalam klaster pendidikan.
 
Muhadjir mengatakan, Gerakan Kembali Sekolah harus dilakukan secepatnya, agar para siswa maupun guru tidak berlama lama meninggalkan sekolah, sementara itu di saat yang bersamaan penting juga mengkapasitasi para guru dan kepala sekolah untuk mengetahui dan mengadaptasi pembelajaran pada situasi darurat.
 
Yayasan Sayangi Tunas Cilik – Save the Children menyampaikan tiga rekomendasi terkait pendidikan dalam situasi darurat pada Mendikbud. Tiga rekomendasi tersebut adalah 1. Finalisasi modul / juknis pendidikan dalam situasi darurat, 2. Adanya modul pembelajaran di sekolah darurat yang mencakup dukungan psikososial bagi peserta didik, 3. Adanya kebijakan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional tentang penyediaan dan peningkatan kapasitas guru untuk pendidikan dalam situasi darurat.
 
“Pendidikan adalah hak semua anak, apapun situasinya. Pembelajaran dari beberapa kejadian bencana masih banyak guru yang belum mengetahui secara praktis penerapan pendidikan dalam situasi darurat, untuk itu ada 3 rekomendasi penting yang kami sampaikan kepada Pak Menteri.” Jelas Tasman Silverius, Senior EasternArea Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik – Save the Children

 
Respon Bencana di NTB
 
Sejak hari pertama setelah terjadi gempa pertama dan kedua dengan bermagnitudo 7,0 SR, Tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik – Save the Children (YSTC) telah berada di Kabupaten Lombok Utara untuk memberikan respon bencana.
 
Fokus YSTC dalam respon bencana antara lain memastikan anak – anak serta keluarga mereka memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, memastikan bahwa anak – anak memiliki kemampuan untuk mengatasi pengalaman traumatis melalui dukungan psikososial dan memastikan anak – anak yang terdampak dari gempa dapat kembali bersekolah.
 
Sejumlah paket bantuan telah didistribusikan seperti Paket Kebersihan bagi 2,845 Kepala Keluarga (KK), Shelter bagi 2,571 KK, Kelambu sebanyak 1,057 serta telah mendirikan 18 tenda di pengungsian untuk kegiatan rekreasional bersama anak – anak, Mendirikan sekolah tenda di 8 lokasi serta memfasilitasi pelatihan bagi para guru tentang pendidikan dan perlindungan anak dalam situasi darurat. Dalam aspek kesehatan, YSTC juga telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan seperti demo masak makanan tambahan bagi balita serta pemberian makan tambahan bagi balita, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, konseling menyusui bagi para ibu yang menyusui, pemberian vitamin A, promosi kesehatan. DS