400 orang Kampanyekan Stop Pernikahan Usia Anak

Selasa 9 Juli 2019
Tak Hanya Berlari, para peserta juga mengkampanyekan #StopKekerasanTerhadapAnak dan #StopPernikahanUsiaAnak kepada publik yang juga berada di Lapangan Vatulemo – Kota Palu.
 
Peserta-menerima-hadiah-setelah-menjawab-pertanyaan-kuis.jpg
 
Tercatat lebih dari 400 orang terdaftar menjadi peserta lari yang berjarak 1,5 km. Peserta terdiri dari anak – anak, kaum muda, komunitas pelari, perwakilan Lembaga pemerhati anak serta masyarakat Kota Palu. Melalui tema perayaan HAN tahun 2019 yaitu “Peran Penting Keluarga dalam Perlindungan Anak”, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi seluruh pihak terutama orangtua untuk menyadari peran pentingnya dalam proses tumbuh kembang anak serta pembentukan karakter anak untuk masa depan yang lebih baik.
 
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendorong orang tua, Pemerintah dan Publik agar mempunyai langkah nyata untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak salah satunya adalah mengakhiri pernikahan di usia anak.” Jelas Dino Satria / Field Operation & Program Director – Save the Children.
 
Selain berlari, seluruh peserta juga melakukan deklarasi Stop Pernikahan di Usia Anak dan dilanjutkan dengan lomba kreatif foto dengan tagar #StopPernikahanUsiaAnak  #StopKekerasanPadaAnak dan juga memakai tagline perayaan HAN 2019 yaitu Aku Anak Indonesia, Aku SIAP! (Sehat, Imajinatif, Aktif, Percaya Diri).
Penampilan-Ghea-Idol.jpg
 
Acara ini juga dimeriahkan oleh Top 5 Indonesian Idol Tahun 2018 / Ghea Indrawari.
 
“Aku senang banget bisa hadir disini, dan bertemu anak – anak serta masyarakat Palu. Aku juga akan ikut menyuarakan #StopKekerasanPadaAnak dan aku berharap anak – anak di Sulawesi Tengah baik yang terdampak bencana maupun yang tidak bisa tetap terus semangat dan ceria.” Tutur Ghea Indrawari
 
Sebagai Informasi, Save the Children telah hadir di Provinsi Sulawesi Tengah pada minggu pertama setelah kejadian bencana sampai dengan saat ini. Terhitung telah 9 bulan Save the Children melakukan respon tanggap darurat bencana dan juga program pemulihan paska bencana. Program – program yang dilakukan diantaranya berfokus pada sektor Pendidikan, perlindungan anak, distribusi bantuan non pangan, shelter & infrastruktur, air, sanitasi dan kebersihan, kesehatan dan nutrisi, Ketahanan pangan dan mata pencaharian.
Peserta-Endurance-Runners-(1).jpg
 
 
 
 
 
Kontak Informasi:
 
Dewi Sri Sumanah
Communication & Advocacy Manager
Save the Children
Telp: +62 8118201446
Email: [email protected]
 
 
 
 
 
Catatan untuk editor
 
Tentang Save the Children
Save the Children di Indonesia merupakan identitas merek dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang terdaftar sesuai dengan Keputusan Kementrian Hukum dan HAM No. AHU.01712.50.10.2014. Save the Children di Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia.
Save the Children percaya setiap anak tidak terkecuali layak menyongsong masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, kami memastikan kesehatan  anak anak sejak dini, kesempatan untuk belajar dan perlindungan terhadap bahaya. Kami melakukan apa pun untuk anak-anak - setiap hari dan di saat krisis – untuk mengubah hidup mereka dan masa depan.
Saat ini, Save the Children beroperasi di 12 provinsi, 79 kabupaten, 701 kecamatan dan 918 desa. Adapun wilayah kerjanya mencakup, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, Nusa Tengara Timur, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Program kami fokus pada kesejahteraan anak yang mengintegrasikan lintas sektor termasuk pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kemiskinan dan tata kelola hak anak, serta respon situasi bencana.