Membangun Sekolah Darurat di Cipugur Bogor

Kamis 13 Februari 2020
BOGOR – Bencana banjir dan tanah longsor di Bogor awal 2020 berdampak ke sekolah-sekolah, baik berupa kerusakan bangunan maupun putusnya akses jalan. Salah satu sekolah terdampak adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah di Kecamatan Sukajaya.

Selain karena akses jalan ke sekolah yang terputus, semua murid Al-Hidayah juga tidak bisa beraktivitas normal karena harus mengungsi. Hingga saat ini, mereka tinggal di pos pengungsian Dusun Cipugur di Desa Cileuksa, Sukajaya.

update-2020-02-13-7.jpg

Save the Children datang ke Cileuksa dan melakukan kegiatan tanggap bencana. Salah satunya adalah membangun tiga tenda sekolah darurat siap pakai.

"Sekolah tidak bisa berjalan karena terdampak banjir dan longsor, sementara kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan," kata Rinsan Lumban Tobing, Humanitarian Senior Advocacy Manager di Save the Children.

update-2020-02-13-2.jpg

update-2020-02-13-3-(1).jpg

Tiga tenda sekolah darurat ini masing-masing disekat menjadi dua ruang kelas sehingga bisa menampung 100 murid Al-Hidayah dari kelas 1 hingga 6. Aktivitas belajar mereka di sekolah sempat terhenti sebulan sebelum akhirnya bisa kembali bersekolah pada Senin, 3 Februari 2020.

Tim tanggap bencana Save the Children juga mengadakan sesi dukungan psikososial terpadu bagi anak-anak pengungsi Desa Cipugur pada Rabu, 5 Februari. Ini menjadi salah satu cara untuk mendukung mereka beraktivitas kembali seperti normal di tengah situasi bencana.

update-2020-02-13-4.jpg

update-2020-02-13-5.jpg

Selain tenda sekolah darurat dan dukungan psikososial, Save the Children juga mendistribusikan school kits untuk sekolah dan family hygiene kits untuk 800-an pengungsi di Cipugur. Pengelolaan tenda sekolah darurat diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah Al-Hidayah dan pemerintah desa setempat.

update-2020-02-13-6.jpg

update-2020-02-13-1.jpg

Sementara itu, warga penyintas di pos pengungsian Cipugur sedang bergotong royong membangun pemukiman baru untuk mereka, tidak jauh dari lokasi pengungsian. Melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat terkait, mereka berencana untuk "bedol desa" dari kampung yang lama menuju lokasi baru.

Berdasarkan asesmen Save the Children, Cileuksa adalah desa di Sukajaya yang paling terdampak bencana. Akses ke desa belum terbuka seluruhnya, wilayah terdampak longsor luas, sebagian sekolah digunakan sebagai pos pengungsian, beberapa jalan penghubung desa masih tertutup lumpur, sementara tingkat kepadatan penduduk termasuk tinggi.

Save the Children telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait persoalan pendidikan anak-anak penyintas bencana. Pemerintah kabupaten menyatakan mereka telah memetakan kerusakan sekolah-sekolah dan sedang mengurus rencana perbaikan di masa pemulihan bencana.

20ERJKTFL-13FEB20-XX.jpg

–––
Ditulis oleh Purba Wirastama (Dept. Komunikasi)
Foto-foto oleh Elvafidela Rachma, Jourdan Josef Barus, Trisno Wibowo, dan Zainul Mustofa (Tim Tanggap Bencana)