Partisipasi Anak

Mengapa Partisipasi Anak Penting?

Partisipasi Anak

Apa Itu Partisipasi Anak

Partisipasi adalah tentang memiliki kesempatan untuk mengungkapkan suatu pandangan, mempengaruhi pengambilan keputusan dan mencapai suatu perubahan. Sedangkan partisipasi anak merupakan keterlibatan dengan penuh informasi serta atas keinginan seluruh anak, termasuk anak – anak yang terpinggirkan dan sering terlupakan serta anak – anak dengan keberagaman usia dan kemampuan mereka, dalam konteks apapun baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kenapa Partisipasi Anak Penting

  • · Menyampaikan suara anak untuk mempengaruhi perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada anak
  • Menghadirkan bukti yang kuat untuk sebuah perubahan dan pengembangan tentang kebijakan
  •  Menyatukan pengetahuan nyata tentang kehidupan anak – anak untuk pembelajaran organisasi
  •  Menghadirkan Bukti Nyata secara kuat untuk mempengaruhi kebijakan dan pembangunan sebuah kota bahkan negara

Bentuk Partisipasi

Apa saja 9 dasar dari bentuk partisipasi anak?

1. Transparansi dan Informatif

2. Sukarela

3. Saling Menghargai

4. Relevan

5. Terfasilitasi dengan lingkungan dan cara kerja yang ramah anak

6. Inklusif

7. Didukung oleh orang dewasa yang terlatih

8. Aman dan sensitive terhadap risiko

9. Akuntabel
 

A. Konsultasi
 

Anak Muda di Era Teknologi untuk Program Kesiapsiagaan Bencana

Partisipasi-Anak-Konsultasi-(1).jpeg 

Dewasa ini, kehidupan masyarakat tak pernah jauh dari penggunaan gawai. Oleh karena itu, sangat diperlukan untuk melakukan pemanfaatan teknologi sebagai jembatan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
 
Dalam hal ini, Save the Children di Indonesia berupaya memanfaatkan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan gawai untuk hal yang bermanfaat. Salah satunya adalah menggunakan teknologi untuk program kesiapsiagaan bencana.
 
Untuk menjalankan ini maka Save the Children Indonesia mengajak anak-anak muda dan penyandang disabilitas di Bandung, Jawa Barat untuk berdiskusi mengenai User Experience (UX) pada tanggal 10 Desember 2019.
 
Anak muda memberikan semangat dengan ide-ide dan gagasan yang  melalui diskusi User Experience. Anak muda berlomba-lomba memberikan inovasi dalam membangun ketangguhan bencana melalui aplikasi Bumi Kita.
 
“Melalui aplikasi, kita akan melakukan digitalisasi ketangguhan secara kreatif, rekreatif, dan informatif.” Ungkap Victor Rembeth selaku Direktur Program Pengurangan Risiko Bencana.
 
Anak-anak memberikan pengetahuannya mengenai bagaimana cara memperkenalkan aplikasi ketangguhan bencana secara offline dan online. Selain belajar mengenai isu kebencanaan, anak muda Jawa Barat juga mampu mengasah kereativitas dan kepemimpinan melalui diskusi User Experience.
 
 B. Kolaborasi
 
Mengoptimalkan Suara Anak Muda dalam Kepemimpinan
 
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat risiko bencana yang terbilang tak kecil ini perlu partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat.
 
Save the Children di Indonesia mengajak anak muda untuk memberikan kontribusi dalam hal perubahan menuju Indonesia yang lebih tangguh bencana dalam program Youth Fellowship. Kegiatan ini diadakan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 18-19 Januari 2020.
 
Youth Fellowship mengajak para pemimpin muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana. Para pemimpin muda diajak untuk berdiskusi mengenai  kebencanaan, perubahan iklim, dan latihan kepemimpinan.
 
Melalui kegiatan ini anak muda diajak untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah kebencanaan dan menciptakan solusi. Para pemimpin muda juga diajak untuk saling berbagi dalam inisiatif sekolah aman bencana.
 
“Kalau dari rumah saya yang di timur, jika kita lihat ke arah selatan akan terlihat Gunung Gatu. Nah, Gunung Batu itu bukti dari adanya sesar lembang.” Ujar Farid, salah satu peserta yang tinggal di daerah patahan/sesar lembang.
 
“Kalau dulu daerah saya sangat sejuk. Sekarang karena banyak pohon yang ditebangi untuk daerah wisata akhirnya daerah saya terasa lebih panas dan sering banjir.” Ungkap Maya yang merupakan salah satu peserta dari Youth Fellowship.
 
Youth Fellowship merupakan kegiatan untuk mencari pemimpin muda dalam program kesiapsiagaan bencana di Jawa Barat. Anak muda yang terpilih merupakan anak yang ingin berpartisipasi membangun daerahnya menjadi lebih baik terutama dalam hal kebencanaan. Program ini juga mengajak penyandang disabilitas untuk mengasah jiwa kepemipinannya.
 
Setelah melalui proses pemilihan akhirnya terpilihlah 30 pemimpin muda untuk berkontribusi dalam hal kesiapsiagaan bencana.
 
Melalui kegiatan ini, diharapkan program kesiapsiagaan bencana bisa mengajak semua lapisan masyarakat untuk berkontribusi dan memberikan suara, terutama anak muda dan penyandang disabilitas.

B. Kolaborasi
 
Mengoptimalkan Suara Anak Muda dalam Kepemimpinan
 
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat risiko bencana yang terbilang tak kecil ini perlu partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat.
 
Save the Children di Indonesia mengajak anak muda untuk memberikan kontribusi dalam hal perubahan menuju Indonesia yang lebih tangguh bencana dalam program Youth Fellowship. Kegiatan ini diadakan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 18-19 Januari 2020.
 
Youth Fellowship mengajak para pemimpin muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana. Para pemimpin muda diajak untuk berdiskusi mengenai  kebencanaan, perubahan iklim, dan latihan kepemimpinan.
 
Melalui kegiatan ini anak muda diajak untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah kebencanaan dan menciptakan solusi. Para pemimpin muda juga diajak untuk saling berbagi dalam inisiatif sekolah aman bencana.
 
“Kalau dari rumah saya yang di timur, jika kita lihat ke arah selatan akan terlihat Gunung Gatu. Nah, Gunung Batu itu bukti dari adanya sesar lembang.” Ujar Farid, salah satu peserta yang tinggal di daerah patahan/sesar lembang.
 
“Kalau dulu daerah saya sangat sejuk. Sekarang karena banyak pohon yang ditebangi untuk daerah wisata akhirnya daerah saya terasa lebih panas dan sering banjir.” Ungkap Maya yang merupakan salah satu peserta dari Youth Fellowship.
 
Youth Fellowship merupakan kegiatan untuk mencari pemimpin muda dalam program kesiapsiagaan bencana di Jawa Barat. Anak muda yang terpilih merupakan anak yang ingin berpartisipasi membangun daerahnya menjadi lebih baik terutama dalam hal kebencanaan. Program ini juga mengajak penyandang disabilitas untuk mengasah jiwa kepemipinannya.
 
Setelah melalui proses pemilihan akhirnya terpilihlah 30 pemimpin muda untuk berkontribusi dalam hal kesiapsiagaan bencana.
 
Melalui kegiatan ini, diharapkan program kesiapsiagaan bencana bisa mengajak semua lapisan masyarakat untuk berkontribusi dan memberikan suara, terutama anak muda dan penyandang disabilitas.

C. Anak-Anak yang Memimpin

Partisipasi-Anak-Anak-Anak-yang-Memimpin-(1).jpeg

Covid-19, Bukan Penghalang Bagi Anak untuk Berkarya

 
Pandemi Covid-19 membuat kita mengurangi aktivitas di luar dan membiasakan diri kita untuk melakukan segala kegiatan  di rumah. Banyak perubahan yang terjadi selama masa pandemi ini mengharuskan kita untuk belajar beradaptasi.
 
Hal ini tentunya memiliki dampak bagi anak. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya diadakan di sekolah semuanya dilaksanakan melalui daring. Sayangnya, ada beberapa dampak negatif yang dirasakan oleh anak seperti tugas yang semakin menumpuk dan kegiatan belajar mengajar yang terkadang tak kenal waktu.
 
Perkembangan anak bukan hanya melalui pendidikan formal saja, tetapi berkreasi sesuai minat dan bakat anak merupakan hal yang penting untuk mengasah keterampilan anak. Walaupun di masa pandemi ini mengurangi masyarakat secara aktif berkegiatan di luar, namun hal tersebut bukanlah sebuah alasan untuk tidak produktif ketika berada di rumah.
 
Rachel Zahra Mahadewi yang merupakan bagian dari Aksi Jabar Tangguh menginisiasi challenge Berkelana (Berkarya Selama Karantina) atau lebih dikenal dengan #Berkelana2020. Challenge ini mengajak anak muda untuk berkarya melalui platform Instagram selama 14 hari dari tanggal 20 April–3 Mei 2020. Bentuk karya yang diunggah bermacam-macam seperti foto, video, review buku, meme, dan lain-lain dengan tema adaptasi anak muda selama masa karantina di era Covid-19.
 
#Berkelana2020 memanfaatkan Instagram sebagai media untuk mengunggah karya dikarenakan tingginya penggunaan Instagram pada anak muda. Oleh karena itu, melalui challenge ini diharapkan anak muda dapat menggunakan waktu luangnya untuk bermedia sosial dengan positif seperti berkarya. Hal ini selain dapat membuat fungsi media sosial lebih bermanfaat, para muda-mudi ini juga bisa mengasah kreativitasnya dan mengembangkan diri sesuai minat dan bakat mereka.
 
Berkelana 2020 mengajak Komunitas Literasi dan Forum Anak se-Jawa Barat. Tak hanya itu, keberhasilan challenge ini tentunya menarik perhatian anak-anak muda lainnya bukan hanya di Jawa Barat, tapi juga kota-kota lain di Indonesia seperti Pangkal Pinang. Kegiatan ini membuat akun Instagram Aksi Jabar Tangguh lebih aktif dikunjungi publik sehingga hal ini dimanfaatkan Aksi Jabar Tangguh untuk mengampanyekan kesiapsiagaan bencana.
 
“Melalui #Berkelana2020 saya ingin mengajak anak muda untuk lebih mengeksplorasi ide-idenya dan dituangkan dalam karya” ungkap Rachel melalui sambungan telpon.
 
Menurut Rachel, kita perlu berhenti untuk menganggap bahwa belajar itu hanya melalui buku paket dan latihan soal semata karena itu dapat menghambat kreativitas kita. Disatu sisi, kita juga bisa mengembangkan diri kita dengan berkarya.
 

Baca Juga

Aplikasi Bumi Kita

Aplikasi Bumi Kita

Apa itu Aplikasi Bumi Kita? Kenapa penting mendownload?
 

Baca lebih banyak