Keterbatasan Layanan Kesehatan Dasar Anak Selama Pandemi

Keterbatasan Layanan Kesehatan Dasar Anak Selama Pandemi

JAKARTA - Pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi di seluruh dunia masih belum menunjukkan titik terang. Secara khusus di Indonesia, jumlah kasus terinfeksi masih terus bertambah setiap harinya termasuk diantaranya adalah anak-anak. 

Menurut data yang keluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 20 Juli 2020, sebanyak 2.712 anak terinfeksi COVID-19 di Indonesia. Sebanyak 51 anak diantaranya meninggal dunia, dan 70% diantara anak-anak tersebut adalah anak yang berada pada usia dibawah enam tahun. Berdasarkan data ini tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus kematian anak tertinggi karena COVID-19 di Asia. 

 
Pict-1.png

Selain terinfeksi dan kematian anak dikarenakan pandemi COVID-19, banyak juga hal-hal lainnya yang sangat terdampak dalam bidang kesehatan dan nutrisi anak. Berikut ulasan selengkapnya: 
  1. Layanan Kesehatan Anak Terbatas: Sejak pandemi terjadi di Indonesia, layanan kesehatan menjadi terbatas bagi anak-anak. Banyak fasiltas kesehatan yang ditutup sementara atau dibatasi jam operasionalnya untuk memangkas penukaran COVID-19. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran besar bagi orang tua yang memiliki bayi yang harus mendapatkan layanan kesehatan dasar secara rutin untuk membangun sistem kekebalan tubuh  atau imunitas bagi si anak. 
  2. Akses Mendapatkan Imunisasi Menjadi Lebih Sulit: Sebagian orang tua mengaku secara khusus bagi mereka yang tinggal di daerah (pedesaan) mengatakan selama pandemi ini mereka harus berjalan berkilo-kilo meter dengan membawa anak untuk mendapatkan imunisasi. Hal ini dikarenakan fasilitas keseharan yang dibatasi dan tenaga kesehatan terpaksa mengunjungi desa secara bergilir. Seperti yang dialami oleh Ibu Maolani (26) dari Lombok. Dengarkan kisah Maolani, di sini.
Melihat fakta-fakta diatas, Save the Children dengan kampanye #PulihBersama mengangkat topik Keterbatasan Layanan Kesehatan dan Nutrisi Anak Selama Pandemi''. Melalui kampanye ini, Save the Children ingin menyampaikan kepada publik bahwa ada 7 risiko yang dialami anak sebanyak kelompok rentan salah satunya adalah tentang kesehatan anak. Pada episode #6 kampanye kali ini, Save the Children mengundang perwakilan dari pemerintah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dokter Anak, praktisi kesehatan dan publik untuk membahas masalah ini bersama melalui webinar dan talkshow. 
 
 
Pict-1-(2).png

Tak hanya itu, untuk menjangkau lebih banyak orang aware dengan isu ini, Save the Children Indonesia mengadopsi sebuah dongeng bertemakan kesehatan dan nutrisi anak yang dimuat dalam Dongeng Anak Indonesia dengan bahasa dan ilustrasi yang sederhana untuk dapat dimengerti oleh orang tua maupun anak-anak. 

Sebagai gerakan nasional, melalui kampanye ini Save the Children Indonesia berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat memahami situasi anak dan memastikan anak-anak tetap berada dalam situasi aman dan bertumbuh dengan baik. 

Bantu kami terus berjuang untuk anak-anak dan keluarga yang terdampak COVID-19, klik di sini. 


Ditulis oleh: Dorpaima Lumban Gaol (Communications Dept)