Anak Sulit Akses Pendidikan Berkualitas

Anak yang Sulit Mengakses Layanan Pendidikan Berkualitas Selama Pandemi

Gerakan kampanye #PulihBersama yang merupakan kampanye nasional yang diinisiasi oleh Save the Children masih terus berjalan. Kampanye kali ini mengangkat masalah maupun risiko yang terjadi pada anak yang kesulitan mengakses pendidikan berkualitas selama masa pandemi.

Berdasarkan infografis yang dipublikasikan 9 Juli lalu, Save the Children menunjukkan data yang mengejutkan bahwa 60 juta murid belajar dari rumah karena pandemi dan 646 ribu sekolah harus di tutup. Data tersebut diambil dari UNESCO dan Sekretariay Nasional Pendidikan Aaman Bencana Kemdikbud dan Laporan Penilaian Kebutuhan Cepat COVID019 di Indonesia April 2020 oleh Save the Children.

Melihat jumlah yang tidak sedikit itu, tentu pemerintah, praktisi pendidikan, orang tua dan publik harus bekerja sama dalam menanggapi dan memberikan solusi praktis dan inklusif secara khusus  pada daerah terbatas seperti misalnya di Indonesia bagian Timur.


Praktik Baik dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

Mengatasi persoalan dalam dunia pendidikan, berbagi idepun muncul   untuk memastikan anak-anak didaerah terbatas tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas meski harus belajar dari rumah. Praktik baik yang telah berjalan sejak tiga bulan terkhir di Donggala dan Nusa Tenggara Barat, Lombok. Apa saja praktik baiknya?
  1. Membuat Jam Belajar Berbasis Masyarakat: Dalam hal ini, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam mendukung pembelajaran anak dari rumah. Save the Children bekerja sama dengan pemerintah lokal untuk mengeluarkan himbauan kepada masyarakat di Desa Balesang Donggala untuk turut aktif dalam kegiatan ini.
  2. Guru Kunjung: Ditutupnya sekolah untuk sementara dalam mencegah penularan Covid-19, tidak menyurutkan semangat para guru di Donggala untuk menjangkau siswa-siswa mereka ke rumah. Save the Children mendampingi guru di Donggala untuk melakukan kunjungan ke rumah 3-4 orang siswa untuk mereka dapat belajar bersama. Anak-anak memang perlu dibentuk kelompok belajar supaya mendorong semangat mereka dapat menerima materi pelajaran dengan baik.
  3. Kelas Lintas Udara: Kelas lintas udara ini adalah materi pembelajaran yang direkam secara audio dan materi audio tersebut disiarkan melalui radio-radio lokal pada jam-jam tertentu. Radio menjadi salah satu channel terbaik yang dapat diakses oleh semua anak dan orang tua di desa. Kelas lintas udara ini menjadi salah satu inovasi yang besar dalam penerapan pembelajaran jarak jauh.

Semua praktik baik dan inovasi diatas ditampilkan dalam sesi webinar dan talkshow kampanye ini, dengan tujuan supaya semua praktisi pendidikan dapat mengadopsi hal yang sama. Hal positif ini juga ternyata menjadi salah satu perhatian bagi Atiqah Hasiholan sebagai publik figur yang juga merasakan dampak pandemi ini terhadap pendidikan anaknya di rumah. 
 
Screenshot-(269).png

Pandemi ini adalah tantangan dan bisa juga sekaligus kesempatan. Semua pihak dapat bergerak dengan cepat dan menjadi problem solver secara cepat karena tekanan situasi. Kesempatan atau pendekatan-pendekatan baru akan terus bekembang seiring berjalannya waktu dan tentu dengan kerja sama penting antara pemerintah, guru, orang tua, siswa, dan masyarakat. 

Ditulis oleh : Dorpaima Lumban Gaol (Communications Dept)