Anak dan Kebencanaan

JAKARTA - Kampanye #PulihBersama oleh Save the Children Indonesia masih terus dilakukan guna mendapatkan awareness dari publik tentang risiko-risiko yang terjadi pada anak selama dalam masa pandemi ini. Pada tanggal 15-22 Agustus 2020, kampanye ini membawakan tema kebencanaan yang sering kali terjadi di Indonesia.

Wilayah Indonesia memang secara geografis berada dikawasan yang rawan bencana. Hal tersebut dikarenakan Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Selain itu, Indonesia juga dikelilingi oleh cincin api Pasifik yang mengartikan bahwa kawasan Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi aktif yang dapat menyebabkan sering terjadi gempa bumi. 

Kita menyadari atau tidak, faktanya bahwa selama pandemi COVID-19 (April -Juni) BNPB menyatakan ada sebanyak 734 kejadian bencana alam, jika dirata-rata maka ada sekitar 8 kejadian bencana alam setiap harinya. Data tersebut kemudian diperparah oleh riset yang dilakukan Save the Children Indonesia bahwa 1 dari 2 anak tidak tahu menyelamatkan diri jika terjadi bencana. 

Anak-anak adalah kelompok rentan yang memiliki risiko paling besar jika suatu bencana terjadi. Jika edukasi penanganan bencana tidak dilakukan sedini mungkin, risiko-risiko tersebut akan berpotensi semakin meningkat. 

Dengan alasan tersebut, Save the Children ingin menyuarakan fakta-fakta diatas sebagai concern bagi semua pihak dalam menanggulangi risiko bencana secara khusus bagi anak-anak. Bertepatan dengan #WorldHumanitarianDay yang jatuh setiap pada 19 Agustus maka kampanye ini pun semakin lengkap dengan momentum yang ada. 

Sepanjang kampanye dalam satu pekan, Save the Children merangkai kegiatan webinar, talkshow, infografis, suara anak dan dongeng anak tentang edukasi bencana. Menariknya adalah, Save the Children membuat satu sesi khusus tentang dialog anak dimana anak-anak yang merupakan perwakilan dari 6 provinsi yang sering terjadi bencana. Anak-anak dapat seacara bebas menyampaikan aspirasi dan rekomendasi mereka kepada pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan seperti kepada Bapak Ace Hasan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Bapak Harry Hikmat Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemsos RI, Bapak Lilik Kurniawan dari BNPB, dan Ibu Harlina Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes RI. 

Rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh anak-anak mendapatkan tanggapan yang positif dari pejabat publik selaku narasumber pada sesi dialog tersebut. Dengan harapan akan menjadi acuan baru dalam membuat kebijakan dan merancang undang-undang penanggulangan bencana yang #BerpihakPadaAnak 

Isu kebencanaan adalah kemanusiaan, dan urusan setiap orang. Mari kita jadi bumi kita dengan baik sebagai tempat kita mendapatkan kehidupan. Bagikan edukasi kebencanaan sesering mungkin sehingga semakin banyak orang teredukasi dan menjadi tangguh dalam menghadapi bencana.

Selamat Hari Kemanusiaan Sedunia, lindungi bumi kita untuk keberlangsungan hidup manusia yang lebih baik. #ForPeopleForPlanet  

Ditulis oleh: Dorpaima Lumban Gaol (Communication Dept)