Sekolah Atila Hancur

Sekolah Atila Ditelan Tanah

Rata Dengan Tanah


Petang itu, langit gelap sekali. Dibarengi gemuruh yang dahsyat, tanah di Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala berubah jadi lumpur hisap. Rumah-rumah dan bangunan tergeser, bertumpuk satu sama lain. Untungnya Atila selamat, tak ikut terkubur bersama ribuan korban lainnya.

Namun, sekolah Atila hancur. Kondisi ini memaksanya belajar di ruang kelas lain yang tidak terlalu rusak, tapi rentan roboh. Pasca bencana, Ia harus menimba ilmu ditemani rasa cemas. Bagaimana kalau atapnya tiba-tiba roboh menimpa dirinya? Belum lagi pecahan beling yang riskan terinjak.

Lanjutkan Baca

Sekolah Atila Hancur

Kembalikan Anak Palu Ke Sekolah


Kondisi kelas yang memprihatinkan tak menyurutkan Atila untuk tetap bersekolah. Tapi, Ia butuh dukunganmu. Anak-anak yang terdampak bencana butuh akses terhadap program recovery yang diinisiasi Save the Children dengan membangun Temporary Learning Space atau Ruang Kelas Sementara. Salah satu penerima manfaat program ini adalah SDN 2 Balaesang Tanjung, sekolah Atila.

Program ini bertujuan menyediakan ruang kelas baru untuk menggantikan ruang kelas yang rusak. Hingga saat ini, 101 ruang kelas sementara telah dibangun di Sulawesi Tengah, namun masih banyak anak-anak seperti Atila yang belum merasakan amannya kembali bersekolah. Jangan biarkan bencana mengubur mimpi anak-anak untuk meraih masa depan seperti ia menelan ribuan rumah ke dalam tanah.

Dengan dukunganmu, kita sembuhkan anak Donggala dari luka karena bencana.

sekolah hancur

Total donasi sejauh ini:

Rp 1,947,590,-

terkumpul dari Rp 150.000.000

Tanya Kami


Whatsapp