Bring and Give Hope Outside of Trash (BRIGHT)

Pemulung Anak, Pagi Hingga Sore Bekerja Membantu Keluarga

 

Ganti-website-Banner.jpg

Ini adalah potret kehidupan anak-anak yang setiap harinya bekerja di tempat sampah. Rino (9 tahun), Alfin (9 tahun) dan Arif (4 tahun) setiap harinya bekerja memulung dari pagi hingga sore. Tempat sampah adalah tempat bermain mereka sehari-hari.*

Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Makassar, ada sekitar 400 anak  seperti Rino, Alfin dan Arif yang terpaksa bekerja sebagai pemulung demi membantu kesulitan ekonomi keluarganya. Beberapa dari mereka ada yang tidak sekolah, memulung sepanjang hari. Banyak juga anak yang sekolah tetapi sering bolos sekolah karena memulung.

Begitulah kenyataan dari anak-anak yang setiap harinya bekerja di tempat sampah. Bau busuk sampah sudah melekat pada tubuhnya. Yang demikian itu membuat mereka tidak jarang mendapat ejekan dari teman-teman di sekolahnya. Malas sekolah karena takut diejek, merupakan persoalan yang biasa dihadapi oleh pemulung anak.


web-1.jpg

Belum lagi ancaman yang mereka hadapi di tempat mereka bekerja. Benda tajam seperti paku, besi berkarat, ditabrak traktor atau eskavator serta banyak lagi ancaman lainnya. Barang-barang yang menjadi mainan bagi mereka adalah yang hasil temuan mereka di tempat sampah. Dan itulah kebahagiaan mereka sehari-hari, bermain di tempat sampah.  


web-2-(1).jpg

Rata-rata mereka yang memulung memiliki orang tua pemulung dan menghasilkan keturunan yang memulung juga. Menyadari hal tersebut, kami menginisiasi program bernama Bring and Give Hope Outside of Trash (BRIGHT) yang bertujuan untuk mereduksi waktu bekerja anak-anak untuk memulung. Di sana kami membangun Pusat Kegiatan Anak yang berlokasi di tiga kecamatan yaitu Manggala, Tamangapa dan Biring Romang. Di sana anak-anak bermain dan belajar selayaknya anak-anak lakukan di umur mereka.


Kami juga membuat sistem finansial untuk ibu-ibu di sana agar mereka terbebas dari rentetan hutang sehingga dapat memprioritaskan keuangan keluarga untuk masa depan anak mereka. Hutang bertahun-tahun dari rentenir adalah salah satu permasalah yang dihadapi oleh keluarga pemulung.

Pekerjaan ini bukan merupakan sesuatu yang mudah. Tetapi kami terus berjuang untuk anak-anak seperti yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Akhir.

Merubah masa depan mereka keluar dari tempat sampah membutuhkan waktu dan tenaga serta dukungan oleh orang-orang seperti kamu. Dukung kami untuk mewujudkan masa depan yang baru, yang lebih layak bagi mereka dan kita bersama.




*Nama disamarkan untuk perlindungan anak
 

Total donasi sejauh ini:

Rp. 650.000,-

*Total donasi diatas akan kami konfirmasi kepada pihak bank terkait, sehingga donasi anda dapat tervalidasi dalam sistem kami.


 Mandiri 127-0007120163 A/N Yayasan Sayangi Tunas Cilik