Cerita Neymar

Pneumonia adalah pembunuh balita kedua terbesar di Indonesia. Penyakit mematikan namun tidak banyak orang yang mengenal penyakit ini. Padahal pneumonia merupakan penyakit yang rentan dapat terjadi pada anak, tanpa penganan yang tepat pneumonia mengancam kesehatan anak.

Salah satu anak yang pernah merasakan sesak karena pneumonia adalah Neymar. Meski baru sembuh dari pneumonia, kondisi kesehatannya harus terus dipantau. Ia dan orang tuanya tinggal di Sumba Barat. Ibunya segera memeriksakan Neymar ketika dia bernafas disertai dengan bunyi. Dokter memvonis Neymar terkena Pneumonia. Selain diberikan pengobatan, Neymar disarankan untuk istirahat dari paparan asap dapur dan rokok.

Sebelumnya, orang tua Neymar diberikan penyuluhan mengenai bahaya Pneumonia oleh tim program Kesehatan dan Nutrisi Save the Children di Sumba. Gejala Pneumonia sangat umum seperti batuk, demam dan sesak nafas yang seringkali disepelekan.

Tanpa pencegahan, hal terburuk dapat terjadi pada anak. Beberapa titik daerah seperti Sumba Barat dan Donggala masih terus melakukan edukasi dan penyuluhan untuk memastikan anak terhindar dari pneumonia.

Setiap menit yang kita lalui sangat berharga untuk menyelamatkan anak dari pneumonia, segera antar donasimu untuk bersama lawan pneumonia!

Dengan berdonasi, Anda juga telah berkontribusi untuk program Save the Children demi memenuhi kebutuhan hak-hak anak Indonesia.