Save The Children

Menyelamatkan nyawa anak-anak; memperjuangkan hak mereka; dan membantu mengembangkan potensi mereka.
Save the Children adalah organisasi anak independen terkemuka di dunia berkantor pusat di Inggris. Save the Children beroperasi di sekitar 120 negara termasuk Indonesia. Save the Children menyelamatkan nyawa anak-anak; memperjuangkan hak mereka; dan membantu mengembangkan potensi mereka.  
 
Save the Children didirikan tahun 1919 sebagai respon kemanusiaan setelah Perang Dunia I, di mana pendiri organisasi, Eglantyne Jebb, diberi mandat untuk mengkonsolidasikan sebuah tim lintas ilmu untuk bekerja atas nama anak-anak yang terkena dampak konflik. Karena hal inilah, Save the Children ahli dalam respon kemanusiaan, memfokuskan perhatian kita pada kebutuhan khusus anak-anak.

Pada tahun 1923, Save the Children membantu mengubah pandangan dunia terhadap anak-anak dengan menuliskan Deklarasi Hak Anak untuk pertama kalinya. Ini kemudian diadopsi oleh PBB dan menjadi hukum internasional pada tahun 1990 – dikenal sebagai Konvensi PBB tentang Hak Anak / United Nations Convention on the Rights of the Child (UNCRC).  Visi tentang hak anak telah menjadi bagian dari hukum di hampir setiap negara, termasuk Indonesia dalam melindungi jutaan anak di dunia.
 
Visi Save the Children adalah menciptakan sebuah dunia di mana setiap anak mendapatkan pemenuhan hak atas kelangsungan hidup, perlindungan, pengembangan dan partisipasi. Misi Save the Children adalah menginspirasi lahirnya terobosan baru tentang bagaimana dunia seharusnya memperlakukan anak-anak dan untuk mencapai perubahan-perubahan yang langsung dan berkesinambungan dalam kehidupan mereka. Di seluruh program kegiatan, Save the Children menerapkan nilai-nilai inti berikut:
 
Akuntabilitas: Save the Children berkomitmen untuk secara efektif menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang nyata, akuntabel terhadap karyawan, organisasi -dan di atas semuanya- untuk anak-anak sendiri.
 
Ambisi: Save the Children mendorong diri organisasi dan mitra organisasi untuk menentukan tujuan ambisius dan berkomitmen untuk memperbaiki kehidupan anak-anak.
 
Kolaborasi: Save the Children menghormati dan menghargai satu sama lain -keberagaman organisasi akan memperkuat kinerja organisasi. Save the Children juga bekerja sama dengan organisasi lain untuk meningkatkan kapasitas organisasi untuk membela kepentingan anak-anak dan remaja.
 
Kreatifitas: Save the Children terbuka untuk ide-ide baru, menyambut perubahan dan menerima tantangan untuk solusi berkelanjutan dengan dan untuk anak-anak dan remaja.
 
Integritas: Save the Children menetapkan standar tertinggi kejujuran dan integritas, untuk tidak pernah kompromi dalam reputasi organisasi serta selalu bertindak untuk kepentingan terbaik dari anak-anak dan remaja.
 

Baca Juga

Sejarah Yayasan

Sejarah Yayasan

Yayasan Sayangi Tunas Cilik menjadi mitra pelaksana utama Save the Children mengupayakan pemenuhan hak-hak anak Indonesia

Baca lebih banyak

Lokasi Kerja Kami

Lokasi Kerja Kami

Kami bekerja hingga wilayah terluar Indonesia.

Baca lebih banyak